Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 24 November 2024 | 18.43 WIB

Dua Mantan Presiden Duel di Pilgub Jateng, Jokowi vs Megawati

SIAP BERSAING: Paslon Ahmad Luthfi-Taj Yasin Maimoen (kiri) dan paslon Andika Perkasa-Hendrar Prihadi usai mengambil nomor urut pencalonan di KPU Jawa Tengah, Senin (23/9). (JAWA POS RADAR SEMARANG) - Image

SIAP BERSAING: Paslon Ahmad Luthfi-Taj Yasin Maimoen (kiri) dan paslon Andika Perkasa-Hendrar Prihadi usai mengambil nomor urut pencalonan di KPU Jawa Tengah, Senin (23/9). (JAWA POS RADAR SEMARANG)

Megawati Soekarnoputri memimpin langsung koordinasi pemenangan Andika Perkasa-Hendrar Prihadi, sedangkan Jokowi ikut berkampanye bersama Ahmad Luthfi-Taj Yasin. Solo Raya dan Kota Semarang basis kekuatan Andika-Hendi, pantura timur sentra massa Luthfi-Taj Yasin. Di luar itu bakal jadi battleground sengit.

IDA NORLAYLA-KHAFIFAH ARINI PUTRI, Kota Semarang

---

BUKAN hanya Andika Perkasa-Hendrar Prihadi dan Ahmad Luthfi-Taj Yasin yang bertarung di pemilihan gubernur (pilgub) Jawa Tengah (Jateng). Ikut terseret pula ke dalam ring palagan, dua mantan presiden: Megawati Soekarnoputri dan Joko Widodo (Jokowi).

Jokowi berada di belakang Ahmad Luthfi-Taj Yasin. Megawati di balik Andika Perkasa-Hendrar Prihadi. Faktor itu membuat pilgub Jateng jadi salah satu yang paling sengit rivalitasnya dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024 yang coblosannya berlangsung Rabu (27/11) depan.

Faktor lain, Jateng dikenal sebagai kandang Banteng alias Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), partai pemenang Pemilu Legislatif 2024. Tapi, dalam Pilpres 2024, pasangan calon yang didukung Jokowi, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, menang di provinsi yang beribu kota Semarang tersebut.

Belum lagi faktor latar belakang kedua calon gubernur. Luthfi mantan Kapolda Jateng, Andika pernah menjadi panglima TNI. Dalam berbagai survei, kedua paslon juga saling mengungguli dengan beda tipis.

Menurut Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis Agung Baskoro, Jokowi dinilai masih memiliki pengaruh besar di masyarakat, terutama di Jateng. ’’Itu terbukti, terutama di pilpres,” ujar Agung kepada Jawa Pos Radar Semarang (21/11).

Calon Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi. (Istimewa)

Megawati, lanjut Agung, tentu tidak tinggal diam. Pertarungan menjadi semakin ketat karena kedua kingmaker tersebut didukung berbagai sumber kekuatan. Di antaranya, mesin partai, logistik, simpatisan, dan relawan. ’’Pertarungan sampai akhir itu adalah pertarungan antar-resource yang dimiliki oleh masing-masing. Apakah bentuknya logistik, apakah bentuknya efek ekor jas, partai pengusung, mesin politik lainnya, simpatisan, relawan, konsultan. Itu semuanya diadu,” jelasnya.

Agung juga menyebutkan, pemenang pertarungan itu adalah pihak yang mampu mengorganisasi dan mengonsolidasikan kekuatan dengan optimal dan konsisten.

’’Sampai pada satu momen, siapa yang paling konsisten dalam mengorkestrasi dan mengoptimalkan sumber daya tadi akan menjadi pemenangnya,” ungkapnya.

Senada, peneliti dari Center for Strategic and International Studies (CSIS) Nicky Fahrizal menilai, pilgub Jateng merupakan pertarungan hegemoni PDIP dengan pengaruh Jokowi. ’’Kita tahu ada rivalitas terselubung antara Ibu Megawati dan Pak Jokowi. Visualisasinya bisa kita lihat dalam pilkada Jateng ini,” jelas Nicky.

ILUSTRASI AI: JOKOWI-MEGAWAI. (AGUNG KURNIAWAN/JAWA POS)

Ikut Berkampanye Langsung

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore