Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 31 Desember 2023 | 00.39 WIB

Jelang Pemilu 2024, Jokowi Ingatkan ASN-TNI- Polri Tetap Harus Netral

Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada saat membuka Rapat Kerja (Raker) Tahun 2023 yang juga bertepatan dengan Milad ke- 6 BPKH di Istana Negara, Jakarta pada Selasa (12/12). - Image

Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada saat membuka Rapat Kerja (Raker) Tahun 2023 yang juga bertepatan dengan Milad ke- 6 BPKH di Istana Negara, Jakarta pada Selasa (12/12).

JawaPos.com - Pemilu 2024 akan digelar serentak pada bulan Februari 2024 mendatang di berbagai wilayah Indonesia.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali untuk mengingatkan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, dan Polri untuk bersikap netral dan tidak memihak dalam Pemilu 2024.

Hal ini disampaikan langsung oleh Presiden Jokowi dalam Rapat Konsolidasi Nasional Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (30/12/2023).

"Kepada seluruh aparat negara saya juga bolak-balik saya sampaikan ASN, TNI, Polri harus bersikap netral dan tidak memihak," ujar Presiden Jokowi saat memberikan sambutan.

Presiden Jokowi mengatakan, bagi semua aparatur sipil juga harus mendukung penyelenggaraan pemilu 2024 mendatang.

Dia mencontohkan kerja aparat dalam membantu Pemilu 2024 adalah mendistribusikan logistik pemilu ke daerah-daerah terpencil.

"Aparat negara harus mendukung tugas penyelenggaraan pemilu, misalnya bantuan pengiriman logistik ke tempat-tempat yang sulit dan wilayah terluar, yang tidak bisa dilakukan kita, bisa dibantu oleh aparat negara baik TNI maupun Polri," tuturnya.

Tak hanya meminta untuk ASN, TNI, Polri untuk bersikap netral, Presiden Jokowi juga meminta untuk kepada pihak KPU selaku penyelenggara juga harus ikut bersikap netral.

Bukan tanpa sebab, pasalnya Presiden Jokowi mengatakan kalau lembaga KPU kerap kali menjadi sasaran tudingan masyarakat.

"KPU juga betul-betul netral, tidak memihak, tidak memihak, bertindak sesuai aturan saja. Bertindak sesuai aturan saja, KPU bisa dicurigai, iya kan? Apalagi KPU mencoba untuk melenceng dari aturan," terangnya.

"Ini yang harus kita jaga bersama-sama jangan sampai terjadi, ini bisa berbahaya bagi KPU dan legitimasi pemilu kita," imbuhnya.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore