Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 23 Februari 2019 | 22.16 WIB

Politisasi Agama Dikhawatirkan Munculkan Konflik Antar Golongan

Ilustrasi: Pemilu 2019 - Image

Ilustrasi: Pemilu 2019


JawaPos.com - Politisasi agama di tahun politik ini kian marak. Banya pihak-pihak yang sengaja memakai politisasi agama itu sebagai cara mendapatkan suara. Menanggapi hal itu, pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI), Arbi Sanit khawatir, maraknya politisasi agama ini malah menciptakan konflik baru di Pilpres 2019 ini.


"Sekarang penggunaan agama mengeras. Di samping itu, kini terdapat upaya keras untuk menguasai sumber kekayaan negara. Jadi, merebut kekuasaan itu dianggap merebut sumber negara sampai menggunakan agama," ujar Arbi dalam diskusi bertema 'Pemilu 2019 Bebas Konflik, kawasan Sudirman, Jakarta Selatan, Sabtu (23/2)


Arbi menamabahkan, dengan maraknya politisasi agama, dia khawatir penyelenggaran Pemilu 2019 ini tidak berjalan sukses seperti sebelum-sebelumnya. Misalnya di tahun 1999 Indonesia berhasil melewati Pemilu dengan aman tanpa adanya gesekan.


"Jadi itu pemilu yang bisa membawa orang menyumbangkan karyanya untuk memulihkan ekonomi dengan cepat. Boleh dikatakan itu pemilu yang sukses. Demokrasinya juga hebat," katanya.


Selanjutnya pada Pemilu 2004, 2009 juga sukses. Iklim demokrasi damai tetap terjaga. Masyarakatan tak perlu khawatir dalam menentukan pilihannya di Pemilu tersebut. Karena faktor keamanan terjaga dan tidak ada konflik sepert saat ini.‎


"Keamanan dan demokrasi cukup baik. Presidennya cukup sabar diejek dengan kerbau, dia tidak marah. Enggak sampai nangkap orang," ungkapnya.


Selanjutnya di Pemilu 2014 juga berjalan baik. Walaupun memang persaingan sangat sengit antar kandidat capres dan cawapres. Namun keamanan tetap terjaga. Konflik agama masih sangat kecil tidak seperti sekarang. Sehingga bisa terlewati dengan baik pemilu yang dimenangkan oleh Jokowi-Jusuf Kalla ini.


"Walaupun demokrasi kala itu memang panas. Namun, tak memunculkan konflik antar golongan," pungkasnya.

Editor: Kuswandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore