Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 16 Desember 2018 | 12.10 WIB

Jawab Rommy, PSI: Poligami Bukan Masalah Keyakinan, tapi Keadilan

Jubir Bidang Perempuan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dara Nasution ikut menanggapi pernyataan Ketum PPP Romahurmuziy, Sabtu (15/12). - Image

Jubir Bidang Perempuan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dara Nasution ikut menanggapi pernyataan Ketum PPP Romahurmuziy, Sabtu (15/12).

JawaPos.com - Jubir Bidang Perempuan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dara Nasution ikut menanggapi pernyataan Ketum PPP Romahurmuziy yang meminta agar Grace Natalie tidak mengeluarkan pernyataan yang mengundang polemik. Dara mengatakan, pernyataan Grace bahwa PSI menolak praktik poligami dan aturan berdasarkan syariah, tidak bertentangan dengan agama.


"Pada dasarnya yang kami lakukan ini tidak bertentangan dengan agama. Kami percaya bahwa peran agama itu penting dalam negara," ucapnya pada awak media di kawasan Setiabudi, Sabtu (15/12).


Menurutnya, seharusnya praktik poligami dan penerapan aturan berlandaskan syariah maupun Injil tidak dilihat dari aspek keagamaan saja. Melainkan, harus dilihat pula dari aspek sosial kemasyarakatan.


"Kami kira ini bukan masalah keyakinan atau tidak, tapi ini adalah tentang memperjuangkan masyarakat yang adil, masyarakat yang tidak diskriminatif terhadap siapapun di masyarakat, baik laki-laki maupun perempuan," sebut dia.


Oleh sebab itu, dirinya meminta kepada Ketum PPP agar tidak membelokkan pernyataan Grace Natalie dan menepis anggapan PSI anti-HAM.


"Jadi, jangan diputar. Jangan dibelokkan ini ke masalah keyakinan. Nggak ada PSI anti-HAM. Kita tahu di dalam praktik poligami sulit sekali mencapai kata adil," katanya.


Sekadar informasi, Ketum PPP menegur Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang mengusung misi larangan aparatur sipil negara (ASN) dan pejabat publik berpoligami. Menurutnya, hal itu berlawanan dengan ajaran Islam yang memang memperbolehkan praktik poligami.


"Pernyataan-pernyataan yang disampaikan PSI yang saat ini menjadi salah satu pendukung Jokowi justru menjadi beban. Karenanya saya menyampaikan ini agar menjadi yang terakhir kalinya oleh kader-kader PSI," kata dia di Jakarta, Jumat (14/12).


"Saya mengimbau rekan-rekan di PSI untuk tidak menjadi dirinya sebagai liabilities atau beban sehubungan dengan positioning strategi yang mereka lakukan, melabelkan Jokowi sebagai anti-Islam," imbuh Romahurmuziy.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore