
Sekretaris Jenderal DPP PAN Eddy Soeparno menegaskan pihak komit untuk mengusung caleg yang bersih.
JawaPos.com - Putusan Mahkamah Agung (MA) yang membolehkan mantan napi korupsi menjadi calon anggota legislatif (caleg) tidak serta merta diikuti oleh partai politik. Beberapa parpol mulai menarik nama calegnya di daftar calon sementara (DCS).
Langkah itu dilakukan oleh Partai Amanat Nasional (PAN) dan Gerindra. Hanya saja Partai Gerindra memberikan perlakukan khusus kepada M Taufik. Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta tetap diusung sebagai caleg.
"Meski sudah ada kepastian hukum, PAN tetap konsisten tidak mencalonkan (mantan) napi tipikor (tindak pidana korupsi, Red)," kata Sekretaris Jenderal DPP PAN Eddy Soeparno di Jakarta, kemarin.
Eddy mencatat, di PAN ada satu bacaleg DPRD provinsi dan tiga bacaleg DPRD kabupaten/kota yang merupakan mantan koruptor. Mereka masih ingin maju sebagai caleg. Eddy menambahkan, penarikan caleg mantan koruptor akan diputuskan sebelum penetapan daftar calon tetap (DCT). "Kami sudah berkomunikasi untuk dilakukan evaluasi terhadap pencalegan mereka," terang dia.
Langkah yang sama akan dilakukan oleh Partai Gerindra. Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria mengatakan, pihaknya sudah menyampaikan instruksi kepada DPD dan DPC. "Kami sudah minta untuk ditarik," kata dia seusai rekapitulasi daftar pemilih tetap hasil perbaikan (DPTHP) di kantor KPU, Minggu (16/9).
Namun, ada perlakuan khusus bagi M Taufik. Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta itu tidak diganti. Sebab, Taufik menjadi pemohon judicial review di MA. Riza mengatakan, pihaknya menghormati upaya hukum yang ditempuh Taufik. "Setiap warga negara mempunyai hak membela diri," tutur dia.
Yang pasti, menurut Wakil Ketua Komisi II DPR itu, pihaknya berkomitmen kuat dalam mendukung pemberantasan korupsi. Jauh-jauh hari DPP Partai Gerindra juga sudah mengimbau seluruh DPD dan DPC agar tidak mencalonkan eks napi korupsi. "Di DPR kan tidak ada yang mantan koruptor," tutur dia.

Prediksi Skor Afrika Selatan vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Penentu Les Rouges Lolos 16 Besar
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor Brasil vs Jepang di Piala Dunia 2026: Kans Selecao Lolos 16 Besar Lewat Adu Penalti
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris PT Krakatau Posco, Netizen: Muak Sekali
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
Prediksi Skor Jerman vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Der Panzer Bisa Amankan Tiket 16 Besar dalam 90 Menit
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
