
Tangkapan layar sebuah video anggota DPRD Jember ketika enak main game saat rapat. (TANGKAPAN LAYAR VIDEO YANG DIUNGGAH AKUN INSTAGRAM putraajisujati)
JawaPos.com - Dosen Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya Samsul Arifin menyoroti tingkah anggota DPRD Kabupaten Jember yang asyik merokok sambil bermain game online dalam forum resmi. Rapat Komisi D DPRD Kabupaten Jember tersebut membahas persoalan stunting dan layanan kesehatan.
Ulahnya lantas viral di media sosial dan menuai berbagai kecaman dari masyarakat. Menurut Samsul, persoalan itu tidak bisa hanya dipandang sebagai urusan etika sopan santun semata. Dia menilai tindakan tersebut menunjukkan rendahnya kesadaran etik pejabat publik terhadap amanah yang diemban.
Apalagi rapat DPRD merupakan forum resmi yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat, bukan ruang pribadi yang memungkinkan seseorang bertindak bebas tanpa memperhatikan etika dan tanggung jawab publik.
”Ketika seorang wakil rakyat justru terlihat lebih fokus pada permainan di telepon genggam dibanding pembahasan agenda rapat, publik wajar mempertanyakan keseriusan lembaga perwakilan dalam menjalankan fungsi demokrasi,” tutur Samsul Arifin, Minggu (17/5).
Samsul menilai jabatan publik memiliki tanggung jawab moral yang lebih besar dibanding kehidupan pribadi. Sebagai anggota DPRD juga diukur dari sikap, perilaku, dan etika saat tampil di ruang publik.
”Pembelaan dengan alasan manusia biasa, khilaf, justru berbahaya jika terus dinormalisasi. Demokrasi tidak runtuh hanya karena korupsi atau penyalahgunaan kekuasaan, tetapi juga bisa terkikis perlahan melalui budaya ketidakseriusan,” imbuh Syamsul.
Baca Juga:Warung Bakso di Klaten Viral usai Cantumkan Biaya AC Rp 3.000 di Struk, Warganet: Kursinya Sekalian!
Dia menegaskan bahwa perilaku yang salah tidak boleh dinormalisasi hanya karena dilakukan banyak orang dan terjadi berulang kali. Sesuatu yang amoral tetaplah amoral, meskipun dianggap lumrah atau menjadi kebiasaan.
”Frekuensi pelanggaran tidak pernah bisa mengubah kesalahan menjadi kebenaran. Justru ketika masyarakat mulai menganggap perilaku semacam itu sebagai hal biasa, di situlah standar etik publik alami kemunduran,”" tegas Samsul Arifin.
Tak lama setelah video dan namanya viral, Achmad Syahri As-Siddiqi muncul ke publik dan menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat atas kegaduhan yang ditimbulkan akibat ulahnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027, Tuan Rumah Dilarang Kalah!
Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Liga Champions: Skuad Modri Datang dengan Modal Bagus!
Prediksi Levski Sofia vs AEK Athens: Misi Besar Tuan Rumah Kembali ke UCL Usai Absen 2 Dekade
Prediksi Skor Vietnam vs Malaysia Leg 2 Semifinal AFF 2026: The Golden Star Warriors Menuju Final!
Profil Putri Juficha, Miss Earth Indonesia 2025 yang Meninggal di Usia Muda
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche: Comeback The Blue and Whites di La Liga Bakal Sengit!
BEM UI dan Puluhan Aliansi Mahasiswa Bakal Gelar Demo Besar di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutannya
Ada Andik Vermansah Hingga Leo Lelis, 6 Mantan Pemain Persebaya Memperkuat Tim Promosi
Prediksi Skor Thailand vs Singapura: Gajah Perang Selangkah Lagi ke Final Piala AFF 2026!
Prediksi Skor Slovan Bratislava vs Celje di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027
