
Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Roy Suryo menegaskan, Partai Demokrat tidak pernah salah mengambil sikap termasuk memberikan dukungan politik, Sabtu (11/8).
JawaPos.com - Partai Demokrat telah memutuskan mengusung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam Pemilu Presiden (Pilpres) 2019. Namun, keputusan Partai Demokrat tersebut dinilai terlambat.
Sebab, partai berlambang bintang mercy tersebut baru mendeklarasikan dukungan beberapa jam jelang pendaftaran pasangan Prabowo-Sandiaga. Dari situ, muncullah persepsi bahwa ada keraguan Partai Demokrat dalam memberikan dukungan politik.
Menanggapi itu, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Roy Suryo mengatakan, lamanya partainya menjatuhkan pilihan merupakan bagian dari sifat Ketua Umum Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Sebab Presiden keenam RI itu memiliki sifat yang sangat cermat dalam mengambil suatu keputusan.
"Ketua Umum kami orang yang sangat cermat, tidak pernah salah, tidak pernah grusa-grusu. Nggak salah tanda tangan, karena beliau tidak mungkin tidak baca," ungkap Roy di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (11/8).
Lebih lanjut mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) ini menolak anggapan keputusan Demokrat disebut terlambat. Memang sudah diagendakan oleh partai jika sidang Majelis Tinggi Partai (MTP) digelar Jumat pagi (10/8), maka keputusan resmi juga baru dikeluarkan pada setelahnya.
"Bukan terlambat, saya punya jadwal MTP paripurna itu memang sidangnya hari Jumat jam 8 pagi, saya punya daftarnya. Keputusan Demokrat itu diambil melalui rapat majelis tinggi. MTP memang baru memutuskan Jumat jam 9 pagi," jelasnya.
Roy menuturkan, pada saat Prabowo-Sandiaga mendeklarasikan diri di Kertanegara pada Kamis (9/8) malam, Demokrat sebetulnya sudah ingin mengirim perwakilan. Akan tetapi, lantaran belum digelar MTP, maka niat tersebut diurungkan.
"Perkara teman-teman sudah deklarasi di Kartanegara, kami memang ditunggu dan kami mau mengirim perwakilan. Tapi, kami tidak mau mendahului MTP," lanjutnya.
Di sisi lain, Roy mengatakan, matangnya keputusan yang dibuat Demokrat tercermin saat mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). Pada proses tersebut tidak ada satupun dokumen yang ditolak oleh panitia.
"Silakan teman-teman lihat saja di KPU kemarin, siapa yang datanya paling lengkap, ketika kami di KPU itu tidak ada yang ditolak, semuanya lengkap. Kalau di sebelah kan saya dengar ada 2 (PSI-Perindo) yang dicoret," pungkasnya.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
