Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 23 Juni 2018 | 18.46 WIB

Mutasi Anggota Polri Tak Netral Diminta Jangan Berhenti di Hasanuddin

Ilustrasi. Kapolri Jenderal Tito Karnavian ketika melakukan sertijab Pati Polri beberapa waktu lalu. - Image

Ilustrasi. Kapolri Jenderal Tito Karnavian ketika melakukan sertijab Pati Polri beberapa waktu lalu.

JawaPos.com - Pencopotan Brigjen Pol Hasanuddin dari jabatan Wakapolda Maluku oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian menjadi perhatian publik. Hasanuddin dimutasi lantaran diduga mendukung salah satu pasangan calon dalam Pilgub Maluku.


Saat ini, polisi bintang satu itu di mutasi menjadi Analis Kebijakan Utama Bidang Bindiklat Lemdiklat Polri. Pengamat sosial, Tammat R Talaohu mengingatkan Tito untuk dapat tegas terhadap setiap anggotanya.


Bahkan ia menilai pencopotan tidak berhenti terhadap Hasanuddin saja, melainkan hingga ke jaringan bawah.


"Pencopotan Wakapolda tidak boleh berhenti disitu saja. Karena diduga Kapolres, Kapolsek hingga Babinkamtibmas masih terstruktur," kata Tammat dalam diskusi publik bertema 'Netralitas TNI-Polri jadi Sorotan' di Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (22/6) malam.


Menurutnya, netralitas korps Bhayangkata tidak nampak di Pilgub Maluku. Hal ini dikhawatirkan merembet ke daerah lain dan memicu konflik, jika tidak segera dihentikan.


"Ini berbahaya dan jika tidak dihentikan, maka kekhawatiran bisa terjadi tragedi 98. Jangan ganggu dan intervensi pilihan masyarakat," tutur Tammat.


Tammat juga menyayangkan jika institusi Polri ikut ditarik-tarik ke ranah politik praktis. Maka itu, ia menyarankan agar Tito bisa menertibkan anak buahnya.


"Sekali lagi pencopotan pada Wakapolda jangan berhenti di situ. Tapi ditertibkan hingga ke Babinkamtibas," pintanya.


Sementara itu, Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane berpesan agar para pasangan Cagub Maluku yang berlatarbelakang TNI-Polri bisa lebih menjaga kondusivitas Pilkada Serentak 2018.


"Jangan main jorok seperti sekarang, karena mengotori reformasi dan sistem demokrasi," sambung Neta.


Kata dia, IPW khawatir, tidak netralnya pejabat tinggi Polri akan memicu konflik di Maluku. Apalagi Maluku menjadi salah satu daerah rawan konflik.


"Sangat memprihatinkan sekali. Situasi Maluku sudah panas sekali. Untungnya Kapolri bertindak cepat untuk menindak Wakapolda dan hal-hal seperti ini," jelasnya.


Lebih jauh, Neta pun memprediksi calon Gubernur berlatarbelakang Polri di perhelatan akbar Maluku 2018 tidak akan menang. "Calon dari Polri di Maluku tidak akan menang. Saya berani taruhan. Akibat oknum-oknum dan akibat citra Polri hancur sekali," pungkasnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore