
Keterangan foto: Gus Ipul kunjungi dan apresiasi produk sarang walet ekpor asal Bojonegoro.
JawaPos.com - Calon Gubernur Jawa Timur (Jatim) Saifullah Yusuf berkomitmen mendorong produk olahan Jatim bisa menembus pasar ekspor. Sementara, untuk produk yang telah menjangkau pasar mancanegara akan terus ditingkatkan dan dikembangkan.
Komitmen ini dikatakan Gus Ipul ketika mengunjungi perkampungan rumah walet di Desa Sukowati, Kecamatan Kapas, Bojonegoro. Berdiri sejak 1988, industri di kawasan ini telah menembus pasar ekpor.
Mulai dari Hongkong, Taiwan, China, hingga Jepang menjadi negara jujukan produk ini. Di negara tujuan, sarang burung walet menjadi bahan baku makanan, minuman, hingga obat-obatan.
Industri ini mengolah sarang burung walet yang diperoleh dari dalam dan luar Jatim. Sarang yang diperoleh dari para peternak burung walet, selanjutnya dipilah dan kemudian dikemas menjadi produk layak jual.
Proses pengolahan tersebut dilakukan oleh masyarakat sekitar desa dengan menyerap sekitar 700 pekerja baik perempuan maupun laki-laki. Seluruh proses pengemasan tersebut dilakukan di kawasan ini.
Gus Ipul pun mengapresiasi eksistensi perusahaan ini. "Kami mendukung perusahaan yang berbasis padat karya dan berorientasi ekspor," kata Gus Ipul, di Bojonegoro, Rabu (6/6).
Gus Ipul menerangkan, produk ekspor tersebut menggunakan mayoritas berbahan dasar lokal. "Namun, berharga mahal ketika menembus pasar luar negeri," terang Gus Ipul yang juga Wakil Gubernur Jatim dua periode ini.
Pihaknya akan mendukung peningkatan pasar ekspor, khususnya produk sarang walet. Di antaranya, dengan mempermudah perolehan bahan baku. Caranya, dengan memperbanyak peternak sarang walet di Jawa Timur. Yang mana, untuk saat ini produk mentah sarang walet mayoritas masih didapat dari peternak asal Kalimantan.
"Sebenarnya industri ini bukan hanya berpotensi di sisi pengemasannya saja. Namun, sudah sejak proses budidaya. Potensi ini sangat bagus dikembangkan di Jatim," kata Cagub nomor urut dua itu.
Sementara bagi industri yang ingin membuka pasar ekspor, pihaknya juga akan melakukan pendampingan. "Proses pendampingan bukan hanya pada proses pengolahan, namun juga sampai pemasaran," ujar Gus Ipul yang juga mantan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal ini.
"Sehingga, dengan mengetahui target pasarnya, maka sekaligus bisa menentukan kualitas produknya," kata kandidat yang berpasangan dengan Cawagub, Puti Guntur Soekarno ini.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
