Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 14 Maret 2018 | 21.37 WIB

Bersama Gus Idris, Gus Ipul Blusukan ke Pasar Klakah Lumajang

Gus Ipul saat menyapa seorang tukang jahit bernama Syafi - Image

Gus Ipul saat menyapa seorang tukang jahit bernama Syafi

JawaPos.com -- Calon gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf berkunjung ke beberapa titik di Lumajang, Rabu (14/3). Salah satu tempat yang didatangi adalah Pasar Klakah.


Setibanya di sana, pria yang akrab disapa Gus Ipul itu langsung menyapa penjual tembakau lintingan. "Saya Saifullah Yusuf, atau biasa disapa Gus Ipul," sapanya.


Salah seorang pedagang bernama Arsyad, kemudian membalas sapaan Gus Ipul. "Sudah tahu, Gus. Saya sudah hafal muka Gus Ipul. Insya Allah saya akan pilih nanti pas Pilkada," sahut Arsyad.


Kunjungan ke Lumajang kali ini sangat istimewa sebab Gus Ipul ditemani salah seorang ulama yang disegani yakni KH Idris Hamid. Sebelumnya Gus Idris, sapaan KH Idris Hamid, meminta Gus Ipul memasukkan rencana ke Lumajang sebagai salah satu kunjungan kampanyenya. Di kabupaten ini, para santri Kiai Idris banyak berkiprah. Gus Idris menginginkan para santrinya berdiri di barisan ulama Jatim.


Begitu tiba di pasar, Gus Ipul langsung berinisiatif membawa beberapa alat peraga kampanye (APK). Salah satunya stiker. Penyebaran APK biasanya sudah dilakukan sehari sebelum kampanye. Tapi hari itu, Gus Ipul turun dari mobil langsung menyambar stiker di mobil logistik.


"Saya ingin menyapa. Mengenalkan diri sendiri kepada para pemilih. Ada perasaan berbeda saat menyapa langsung dan berkenalan dengan para pengunjung dan penghuni pasar. Saya senang dan bangga saat saya mengenalkan diri ternyata mereka sudah tahu nama dan mengenal muka saya," ujar pria asal Pasuruan tersebut.


Di dalam pasar, Gus Ipul bersalaman dan menyapa para pedagang serta pengunjung pasar. Terhadap beberapa orang yang usianya agak lanjut, Gus Ipul tampak memegang erat tangan mereka. Beberapa di antara pengunjung pasar dicium tangannya. Kebiasaan yang sejak kecil dia lakukan terhadap orang yang lebih tua.


Gus Ipul juga sempat berhenti di depan panjahit tradisional. Dengan mesih jahit edisi kuno, Syafi'ie, salah seorang penjahit berusia 67 tahun itu terlihat telaten melakukan pekerjaannya. Sudah 27 tahun dia menggantungkan hidup dengan menjahit.


Gus Ipul tampak berbahagia bisa bertemu Syafi'e. Keduanya kemudian berbincang-bincang. Syafi'ie menceritakan tentang beberapa hal tentang kehidupannya. Gus Ipul hanya mengangguk. Tersenyum. Mengiyakan. Lalu pamit undur diri. Menepuk bahu. Lalu meninggalkannya dengan menitip stikter. "Saya mohon doa. Semoga niat untuk mengabdi kepada masyarakat Jawa Timur bersamaan dengan taufiq Allah," ucap mantan Ketua Umum GP Ansor tersebut.

Editor: Soejatmiko
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore