
Calon gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat mengunjungi Tempat Pendaratan Ikan Waduk Gajahmungkur, Wonogiri, Sabtu (28/4)
JawaPos.com - Gubernur Jawa Tengah nonaktif Ganjar Pranowo mengunjungi Tempat Pendaratan Ikan Waduk Gajahmungkur, Wonogiri, Sabtu (28/4). Tak sekedar melawat, petahana Pilgub itu juga mengajarkan lima skema untuk nelayan setempat agar kesejahteraannya meningkat.
Sebelumnya, Ketua Koperasi Mina Tirta Basuki yang turut mendampingi Ganjar menyampaikan, terdapat sekitar 1.600 jumlah nelayan di Waduk Gajahmungkur. Kesejahteraan mereka bergantung pada banyak sedikitnya hasil tangkapan.
Bulan Januari hingga Juni adalah masanya paceklik karena air sedang tinggi-tingginya sehingga membuat ikan sulit didapat. Sedangkan masa panen, lanjut Basuki, adalah pada bulan Juli sampai September.
"Kalau air tinggi, ikan sembunyi di tanaman bawah waduk jadi susah ditangkap. Kalau air surut air pada keluar, saat itulah panen," katanya.
Saat masa panen, tiap nelayan bisa menangkap enam sampai tujuh ton ikan per hari. Waduk ini sendiri, masih menurut Basuki, terkenal akan ikan nila, patin, dan tawes.
Selain musim paceklik tadi, adapun kendala lain yakni mahalnya harga alat tangkap seperti jaring dan pancing. Serta saat ini penjualan ikan masih bergantung pada tengkulak. "Kalau lagi banyak ikan di tempat lain, kadang bakul nggak ke sini, kita nggak bisa jual ya pasrah," kata Basuki.
Merespon berbagai persoalan yang dipaparkan Basuki, Ganjar memaparkan solusi dari deretan kendala tadi berupa skema peningkatan kesejahteraan nelayan. Pertama adalah memaksimalkan kerja sambilan pada masa paceklik, macam bertani, buruh bangunan, atau usaha lain yang menghasilkan.
Kedua, sebagai jalan keluar bagi kendala alat tangkap bisa mengajukan bantuan ke Pemprov Jateng. Untuk pemasaran atau ketiga, Ganjar menyarankan koperasi yang ada membuat divisi penjualan. "Ada bagian yang tugasnya mencari pasar, jadi tidak bergantung bakul," kata calon gubernur nomor urut satu itu.
Keempat, lanjut pasangan Taj Yasin itu, yakni mencoba usaha peternakan seperti kambing atau sapi. Bagian ini, Ganjar berjanji mendatangkan para ahli untuk melatih warga. Bantuan bibit kambing dan sapi pun bisa diberikan setelah warga sudah diketahui keseriusannya.
"Terakhir, soal modal kalau mau saya datangkan Bank Jateng. Ada kredit bunga rendah, saya sedang minta skema pembayaran per tiga bulanan agar memudahkan untuk nelayan dan petani," tandasnya.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
