
Cagub Jateng Ganjar Pranowo saat berdialog dengan warga Desa Kedungombo, Kecamatan Baturetno, Kabupaten Wonogiri, Rabu (21/3) malam.
JawaPos.com - Calon Gubernur (Cagub) Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo melanjutkan blusukan ke desa-desa. Rabu (21/3) malam, Ganjar berdialog santai dengan warga Desa Kedungombo, Kecamatan Baturetno, Kabupaten Wonogiri.
Pada kesempatan ini, Ganjar mengaku sedang melobi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar memberi kelonggaran dalam penerapan kredit. Khususnya kepada petani, peternak dan nelayan.
"Bagaimana bisa kredit yarnen, bayar pas panen. Jadi kredit petani bisa angsuran enam bulanan ketika panen," kata Ganjar Ganjar dalam keterangannya, Kamis (22/3).
Soal pemasaran hasil panen, Ganjar mendorong para petani untuk melakukannya secara online. Salah satunya bisa melalui aplikasi regopantes.com yang dimiliki Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng. Dengan menjual online, petani bisa mendapatkan keuntungan lebih banyak karena bisa langsung menjangkau konsumen.
"Ada petani muda di Magelang namanya Tunov. Anak ini menjual lombok, brambang (bawang merah), langsung ke Jakarta. Untungnya berlipat-lipat. Maka saya minta anak-anak muda di sini belajar online agar membantu bapak-ibunya yang petani," pesan
Selama di Desa Kedungombo, Ganjar juga mendapati fakta berbeda dengan petani di daerah lain. Sang petahana tak mendapati adanya keluhan tentang kelangkaan pupuk. Pasalnya, petani setempat telah banyak yang beralih ke pertanian organik.
"Pupuk bikin sendiri, pakan sapi bikin sendiri. Kalau yang lain geger pupuk subsidi, di sini tenang-tenang saja," ujar Cagub Jateng nomor urut satu tersebut.
Seperti yang disampaikan pimpinan Kelompok Wanita Tani Desa Beji Siswarini. Ia menuturkan, anggota kelompoknya berjumlah 154 petani. Dimana 80 persen anggotanya sudah beralih ke pertanian organik. "Pupuk bisa kami buat sendiri meski masih butuh pupuk kimia sedikit-sedikit. Justru masalah kami adalah ricemill, bapak," ucap Siswarini.
Para petani juga membutuhkan pelatihan pemasaran dan mesin pengolah produk pertanian. Misalnya untuk pembuatan dodol dan keripik. "Kami punya produk unggulan buah naga. Tapi kendala dalam pengolahan," ujarnya.
Menanggapi penyataan itu, Ganjar akan melakukan kajian satu persatu. Dia akan terus berupaya mendorong petani bisa mandiri dan tidak mengandalkan bantuan dari pemerintah.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Resmi Pindah ke Bali! Derby Jawa Timur Arema FC vs Persebaya Surabaya Digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Sebut Ada 3 Lokasi untuk Pembangunan Koperasi Merah Putih
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
