Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 27 November 2024 | 18.15 WIB

Hari Ini 203 Juta Pemilih Tentukan Pemimpin Daerah, Publik Harus Awasi Potensi Kecurangan

BAHAS POTENSI KECURANGAN: Peneliti senior Netgrit Hadar Nafis Gumay menjelaskan contoh formulir model C1 saat diskusi tentang pilkada serentak di Rumah Belajar ICW, Jakarta, kemarin (26/11). - Image

BAHAS POTENSI KECURANGAN: Peneliti senior Netgrit Hadar Nafis Gumay menjelaskan contoh formulir model C1 saat diskusi tentang pilkada serentak di Rumah Belajar ICW, Jakarta, kemarin (26/11).

JawaPos.com – Hari untuk memilih para pemimpin daerah akhirnya tiba juga. Hari ini sebanyak 203.657.354 pemilih se-Indonesia akan menggunakan hak pilihnya di 435.296 TPS. Mereka bakal menentukan pemenang pilkada di 37 provinsi, 415 kabupaten, dan 93 kota.

Pilkada serentak tahun ini masih dibayangi potensi kecurangan. Pakar hukum tata negara Feri Amsari mengatakan, modus politik gentong babi (pork barrel) berupa pengalokasian anggaran untuk daerah tertentu ditemukan di beberapa daerah.

Yakni, Sumatera Utara, Jawa Tengah, dan Bali. Dari penelitian Themis Indonesia, lanjut Feri, ditemukan dugaan politisasi bansos menjelang pilkada.

Salah satu contoh politisasi bansos terjadi di Kelurahan Pancuran Bambu, Kota Sibolga, Sumatera Utara. Di daerah tersebut, diduga terjadi pengalihan bansos secara sepihak. Pengalihan itu diduga dilakukan karena penerima bansos tidak mau mengikuti pilihan politik ajudan lurah setempat.

Feri menjelaskan, memang belum ada aturan tegas yang melarang praktik politik gentong babi. Namun, praktik tersebut sejatinya bisa dianggap sebagai kecurangan karena membangun keterikatan transaksional layaknya politik uang. ”Kekosongan hukum terkait penyaluran bansos ini memperkuat penyalahgunaan bansos selama tahapan kampanye pilkada,” ujar Feri kepada Jawa Pos kemarin (26/11).

Berkaca pada pilpres lalu, praktik politik gentong babi terbongkar di ruang publik, bukan di persidangan Mahkamah Konstitusi (MK). Karena itu, dia mengajak publik melaporkan segala bentuk praktik politik gentong babi yang diduga masif terjadi selama tahapan pilkada. Laporan yang masif itu diharapkan bisa menjadi alat bukti.

Peneliti senior Netgrit Hadar Nafis Gumay menambahkan, potensi kecurangan dalam pilkada yang tidak dilihat sebagai kecurangan tentu akan menimbulkan masalah. Misalnya, terciptanya situasi yang tidak stabil di daerah yang menjadi lokus terjadinya kecurangan. ”Masyarakat pasti akan terus mempertanyakan (kecurangan, Red),” papar Hadar kepada Jawa Pos.

Terpisah, anggota Bawaslu Herwyn J.H. Malonda mengingatkan seluruh jajaran pengawas tetap menjaga integritas selama pemungutan suara. Dia juga meminta jajarannya menjauhkan diri dari konflik kepentingan. ”Saat-saat seperti ini, integritas menjadi taruhan besar. Kita harus menjaga nama baik organisasi dan memastikan tetap menjadi lembaga yang tepercaya,” ujarnya.

Persiapan Akhir Paslon Pilgub

Kemarin masing-masing kandidat melakukan persiapan akhir. Di Jakarta, cagub nomor urut 2 Pramono Anung menjalani aktivitasnya di rumah, Cilandak, Jakarta Selatan. Pantauan Jawa Pos, salah satu tamunya adalah Rocky Gerung. Dia bertemu Pramono secara tertutup sekitar 30 menit. Kepada media, Rocky menyebutkan kehadirannya sebagai bentuk dukungan. ”Tadi kami ngobrol. Pertama karena dia, Pram itu teman baik saya. Sudah lama, dari tahun 1980-an. Kami bahas supaya Jakarta itu tumbuh dalam peradaban demokrasi yang sesungguhnya,” terangnya.

Di Jawa Tengah, paslon nomor urut 1 Andika Perkasa-Hendrar Prihadi mengadakan doa bersama dan puasa. ”Siapkan diri dengan keluarga dan tim sukses untuk lebih mendekatkan diri lewat pengajian,” ungkap Hendi, sapaan Hendrar Prihadi, kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Cagub nomor urut 2 Ahmad Luthfi juga menggunakan masa tenang untuk istirahat. Sedangkan Taj Yasin Maimoen memilih untuk berdoa di Makkah pada masa tenang. Namun, hari ini dia akan mencoblos di TPS 003, Sarang, Rembang.

Di Bali, dua paslon sama-sama melaksanakan kegiatan spiritual. Paslon nomor urut 1 Made Muliawan Arya (De Gadjah) dan Putu Agus Suradnyana (PAS) atau Mulia-PAS mengisi hari terakhir masa tenang dengan persembahyangan di Sekar Tunjung Centre (STC). Seusai sembahyang, De Gadjah menggelar deklarasi Bali Damai 2024.

Sementara itu, cagub nomor urut 2 Wayan Koster bersama keluarga melakukan persembahyangan di sejumlah pura Bali. Mulai Pura Kancing Gumi–Petang Badung, Pura Ratu Sakti Pancering Jagat Trunyan Kintamani Bangli, dan Pura Pusering Jagat Pejeng Gianyar. ”Tiyang (saya) dan keluarga melakukan persembahyangan, mendoakan agar Pilkada Serentak 2024 berjalan lancar, aman, dan damai,’’ kata Koster, dilansir dari Jawa Pos Radar Bali.

Dari Pilgub Jatim, Cagub Khofifah Indar Parawansa kemarin bersilaturahmi ke kediaman Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar di Surabaya. ”Alhamdulillah, hari ini berkesempatan untuk silaturahmi dengan Rais Aam Syuriyah PBNU Kiai Miftachul Akhyar. Dalam hidup ini, salah satu anugerah terbesar adalah bisa duduk bersama ulama, mendengarkan nasihat, dan meminta doa,” ujarnya.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore