
SIAP BERSAING: Paslon Ahmad Luthfi-Taj Yasin Maimoen (kiri) dan paslon Andika Perkasa-Hendrar Prihadi usai mengambil nomor urut pencalonan di KPU Jawa Tengah, Senin (23/9). (JAWA POS RADAR SEMARANG)
Megawati Soekarnoputri memimpin langsung koordinasi pemenangan Andika Perkasa-Hendrar Prihadi, sedangkan Jokowi ikut berkampanye bersama Ahmad Luthfi-Taj Yasin. Solo Raya dan Kota Semarang basis kekuatan Andika-Hendi, pantura timur sentra massa Luthfi-Taj Yasin. Di luar itu bakal jadi battleground sengit.
IDA NORLAYLA-KHAFIFAH ARINI PUTRI, Kota Semarang
---
BUKAN hanya Andika Perkasa-Hendrar Prihadi dan Ahmad Luthfi-Taj Yasin yang bertarung di pemilihan gubernur (pilgub) Jawa Tengah (Jateng). Ikut terseret pula ke dalam ring palagan, dua mantan presiden: Megawati Soekarnoputri dan Joko Widodo (Jokowi).
Jokowi berada di belakang Ahmad Luthfi-Taj Yasin. Megawati di balik Andika Perkasa-Hendrar Prihadi. Faktor itu membuat pilgub Jateng jadi salah satu yang paling sengit rivalitasnya dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024 yang coblosannya berlangsung Rabu (27/11) depan.
Faktor lain, Jateng dikenal sebagai kandang Banteng alias Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), partai pemenang Pemilu Legislatif 2024. Tapi, dalam Pilpres 2024, pasangan calon yang didukung Jokowi, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, menang di provinsi yang beribu kota Semarang tersebut.
Belum lagi faktor latar belakang kedua calon gubernur. Luthfi mantan Kapolda Jateng, Andika pernah menjadi panglima TNI. Dalam berbagai survei, kedua paslon juga saling mengungguli dengan beda tipis.
Menurut Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis Agung Baskoro, Jokowi dinilai masih memiliki pengaruh besar di masyarakat, terutama di Jateng. ’’Itu terbukti, terutama di pilpres,” ujar Agung kepada Jawa Pos Radar Semarang (21/11).
Calon Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi. (Istimewa)
Megawati, lanjut Agung, tentu tidak tinggal diam. Pertarungan menjadi semakin ketat karena kedua kingmaker tersebut didukung berbagai sumber kekuatan. Di antaranya, mesin partai, logistik, simpatisan, dan relawan. ’’Pertarungan sampai akhir itu adalah pertarungan antar-resource yang dimiliki oleh masing-masing. Apakah bentuknya logistik, apakah bentuknya efek ekor jas, partai pengusung, mesin politik lainnya, simpatisan, relawan, konsultan. Itu semuanya diadu,” jelasnya.
Agung juga menyebutkan, pemenang pertarungan itu adalah pihak yang mampu mengorganisasi dan mengonsolidasikan kekuatan dengan optimal dan konsisten.
’’Sampai pada satu momen, siapa yang paling konsisten dalam mengorkestrasi dan mengoptimalkan sumber daya tadi akan menjadi pemenangnya,” ungkapnya.
Senada, peneliti dari Center for Strategic and International Studies (CSIS) Nicky Fahrizal menilai, pilgub Jateng merupakan pertarungan hegemoni PDIP dengan pengaruh Jokowi. ’’Kita tahu ada rivalitas terselubung antara Ibu Megawati dan Pak Jokowi. Visualisasinya bisa kita lihat dalam pilkada Jateng ini,” jelas Nicky.
ILUSTRASI AI: JOKOWI-MEGAWAI. (AGUNG KURNIAWAN/JAWA POS)
Ikut Berkampanye Langsung

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
