Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 22 Desember 2023 | 17.47 WIB

Debat Cawapres, Tantangan Menyampaikan Bahasan Ekonomi Menjadi Populer

Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira Adhinegara. - Image

Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira Adhinegara.

JawaPos.com - Menilik visi misi ekonominya, masing-masing paslon memiliki cara berbeda untuk menggaet pemilih. Paslon nomor urut 1 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, misalnya, menurut Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira Adhinegara menargetkan pemilih akademisi dan masyarakat segmen menengah atas. Yang dibahas banyak data-data.

Berbeda dengan paslon nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka yang cenderung pada hal yang sederhana. Menjawab dengan simpel. Sebab, arahnya memang menengah ke bawah.

Menurut Bhima, Anies-Muhaimin dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD (paslon nomor urut 3) dalam debat hari ini akan membahas masalah yang based on data. Sifatnya teknis. Sedangkan Prabowo-Gibran membuat solusi ekonomi sederhana seperti makan siang dan susu gratis. Tanpa ada penjelasan secara teknikal yang memang mereka hindari. Bhima menilai segmentasinya berbeda.

”Bahasan ekonomi ini terbilang sangat teknis. Jadi, tantangannya adalah membuat bahasan ekonomi menjadi populis (baca: populer, mudah dipahami, Red),” katanya.

Bahasan lain yang tak kalah hangat adalah soal Ibu Kota Nusantara (IKN). Bhima memandang ketiga paslon bakal tetap melanjutkannya. Tetapi dengan porsi APBN yang lebih kecil dan time horizon penyelesaiannya dibuat lebih panjang. Sebab, infrastruktur IKN yang sudah ada sekarang biayanya terlalu mahal untuk ditinggalkan.

Bhima menyatakan, mungkin akan ada refocusing. Bisa jadi IKN tidak jadi dibuat ibu kota negara, tapi untuk pengembangan kota baru. ”Jadi, pemikiran paling radikal pasangan calon, khususnya 1, tidak akan langsung menghentikan total IKN. Anies-Cak Imin mungkin yang paling panjang menyelesaikan IKN,” ulasnya.

Terpisah, pengamat ekonomi Unair Rudi Purwono memandang perekonomian Indonesia sempat mengalami guncangan yang serius pada masa pandemi. Adanya lonjakan harga minyak hingga memikirkan bagaimana tidak terjadi lonjakan tinggi pada pengeluaran APBN. ”Dengan hal itu, sangat perlu diperhatikan kembali mana visi-misi yang sesuai dengan kebutuhan Indonesia mendatang apabila terjadi suatu hal yang tidak terduga,” jelasnya. (han/dee/c9/fal)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore