
Ilustrasi anak dan ayahnya. (Freepik)
JawaPos.com – Anak-anak memang peniru yang ulung. Biasanya mereka akan melakukan atau meniru kebiasan yang dilihat atau didengar secara langsung. Termasuk meniru adab atau etika yang diperlihatkan orang tua dan orang sekitarnya.
Untuk mengajarkan adab pada anak, orang tua bisa melakukannya lewat hal yang disukai anak-anak. Salah satunya melalui tayangan atau serial kartun yang memiliki nilai edukasi.
Misalnya lewat serial animasi seperti Nussa yang memperlihatkan nilai-nilai adab dengan cerita sederhana yang dekat dengan kehidupan anak sehari-hari. Cerita yang ringan justru seringkali lebih mudah dipahami, karena anak merasa sedang melihat pengalaman yang mirip dengan dirinya sendiri. Setidaknya ada 4 cara orang tua untuk mengajarkan adab pada anak lewat serial Nussa.
1. Mengajarkan Rasa Syukur dari Hal Sederhana
Dalam cerita Hujan, anak-anak diajak melihat hujan dari sudut pandang yang berbeda. Bukan sekadar cuaca, tetapi sebagai bentuk rahmat dan kebaikan dari Tuhan. Durasi yang singkat, tidak sampai 4 menit, membuat pesan ini mudah diterima. Anak belajar bahwa hal kecil seperti hujan pun bisa menjadi sesuatu yang patut disyukuri.
2. Mengenalkan Adab dan Kebiasaan Ibadah Sejak Dini
Melalui cerita Menjaga Wudhu, anak-anak diperkenalkan pada makna wudhu, termasuk hal-hal yang dapat membatalkannya. Disampaikan dengan cara yang ringan, anak tidak hanya memahami apa yang harus dilakukan, tetapi juga mulai mengerti alasan di baliknya yaitu tentang kebersihan, disiplin, dan tanggung jawab. Nilai ini berakar dari ajaran Islami, tapi juga relevan secara universal dalam membentuk kebiasaan baik sejak kecil.
3. Mengajarkan Makna Kebaikan Lewat Hal yang Dekat
Cerita 1 Huruf 10 Kebaikan menghadirkan kisah sederhana tentang Nussa yang bertemu dengan penjual pisang di pasar yang rajin membaca Al-Qur’an. Dari pertemuan tersebut, kisah berkembang menjadi pemahaman bahwa satu kebaikan kecil dapat membawa dampak yang lebih besar dan mengalir kepada orang lain.
Nilai yang diangkat menunjukkan bagaimana kebiasaan berbuat baik dapat menular dan berlipat ganda. Pesan ringan dan relevan secara universal yang ingin diangkat adalah, kebaikan tidak selalu harus hadir dalam bentuk yang besar. Justru tindakan sederhana yang dilakukan dengan konsisten sering kali membawa dampak yang lebih luas bagi orang di sekitar.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
