
seseorang yang sering dibilang berhenti menangis (Freepik/odua)
JawaPos.com - Masa kecil adalah fondasi utama pembentukan emosi seseorang. Cara orang dewasa—terutama orang tua atau pengasuh—merespons emosi anak akan membentuk bagaimana anak tersebut memahami, mengekspresikan, dan mengelola perasaannya di masa depan.
Salah satu bentuk respons yang sering dianggap “sepele” namun berdampak besar adalah ancaman seperti, “berhenti menangis atau aku akan menyubitmu.” Kalimat ini bukan sekadar larangan menangis, melainkan juga mengandung intimidasi yang dapat meninggalkan jejak psikologis jangka panjang.
Menurut berbagai pendekatan dalam psikologi perkembangan dan trauma emosional, anak yang tumbuh dalam lingkungan seperti ini cenderung mengembangkan pola emosi tertentu.
Dilansir dari Expert Editor, terdapat 7 pola yang sering muncul.
1. Kesulitan Mengenali dan Memahami Emosi Sendiri
Anak yang sering dilarang menangis belajar bahwa emosinya tidak valid atau tidak penting. Akibatnya, saat dewasa, mereka mungkin:
Tidak bisa membedakan antara sedih, marah, atau cemas
Bingung saat ditanya “kamu lagi merasa apa?”
Lebih sering mengatakan “aku nggak tahu kenapa aku begini”
Ini terjadi karena sejak kecil mereka tidak diberi ruang untuk mengeksplorasi emosi secara sehat.
2. Menekan Emosi Secara Berlebihan
Ancaman fisik atau hukuman saat menangis membuat anak belajar bahwa mengekspresikan emosi itu berbahaya. Maka terbentuklah kebiasaan:
Menahan tangis meskipun sangat sedih
Menyembunyikan perasaan dari orang lain
Terlihat “kuat” di luar, tetapi rapuh di dalam
Dalam jangka panjang, penekanan emosi ini bisa berujung pada ledakan emosi atau bahkan gangguan psikologis seperti kecemasan dan depresi.
3. Rasa Takut terhadap Ekspresi Emosi
Bukan hanya menahan emosi, mereka juga bisa merasa takut terhadap emosi itu sendiri. Misalnya:
Takut menangis di depan orang lain
Merasa malu saat terlihat lemah
Menganggap emosi sebagai sesuatu yang harus dihindari

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
Ikhwan Ali Tanamal Resmi Gabung Persib Bandung, Siap Bekerja Keras Rebut Tempat di Tim Utama
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
