
seseorang yang dibesarkan dengan kasih sayang./Freepik/Lifestylememory
JawaPos.com - Tidak semua luka masa kecil berbentuk trauma besar. Sebagian justru hadir dalam wujud yang sangat halus—cara seseorang meminta maaf, merespons pujian, atau bersikap saat sedang tidak sepakat.
Psikologi perkembangan menunjukkan bahwa pola pengasuhan memiliki pengaruh mendalam terhadap perilaku dewasa, bahkan pada hal-hal kecil yang sering luput disadari.
Orang yang dibesarkan dengan kasih sayang cenderung membawa “rasa aman batin” ke dalam hidupnya.
Sementara mereka yang tumbuh dalam kondisi tertentu—entah minim afeksi, penuh tuntutan, atau lingkungan yang tidak konsisten—sering kali mengembangkan mekanisme bertahan hidup yang tampak normal, namun memiliki akar psikologis yang berbeda.
Dilansir dari Expert Editor pada Kamis (8/1), terdapat tujuh perilaku kecil yang, menurut psikologi, sering menjadi pembeda di antara keduanya.
1. Cara Merespons Kesalahan: Bertanggung Jawab vs. Membela Diri
Orang yang dibesarkan dengan kasih sayang biasanya mampu mengatakan, “Iya, itu kesalahan saya” tanpa merasa harga dirinya runtuh. Dalam psikologi, ini berkaitan dengan secure attachment, di mana kesalahan tidak diartikan sebagai ancaman terhadap penerimaan diri.
Sebaliknya, mereka yang tumbuh dalam lingkungan penuh kritik atau hukuman sering menunjukkan respons defensif. Bukan karena tidak mau bertanggung jawab, tetapi karena sejak kecil kesalahan identik dengan rasa malu, penolakan, atau konsekuensi emosional yang menyakitkan.
2. Hubungan dengan Pujian: Menerima dengan Tenang atau Menolak Secara Refleks
Individu yang dibesarkan dengan kasih sayang cenderung menerima pujian secara wajar. Mereka tidak merasa perlu merendah berlebihan, karena sejak kecil sudah terbiasa dihargai tanpa syarat.
Dalam psikologi, penolakan terhadap pujian sering muncul pada mereka yang tumbuh dalam kondisi di mana cinta bersifat kondisional—hanya hadir saat berprestasi. Akibatnya, pujian terasa mencurigakan atau tidak layak diterima.
3. Cara Meminta Bantuan: Nyaman atau Merasa Bersalah
Meminta bantuan adalah perilaku sederhana, namun sangat sarat makna psikologis. Orang dengan latar pengasuhan penuh kasih biasanya tidak mengaitkan bantuan dengan kelemahan.
Sebaliknya, mereka yang dibesarkan dalam kondisi “harus mandiri sejak dini” sering merasa bersalah atau tidak enak hati saat membutuhkan orang lain. Psikologi menyebut ini sebagai hyper-independence, sebuah bentuk mekanisme bertahan hidup yang terbentuk sejak kecil.
4. Respons terhadap Konflik: Dialog atau Menghindar

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
