
Seorang wanita dewasa tampak cemas dan merenung, menunjukkan sifat-sifat orang yang dibesarkan oleh orang tua yang terlalu protektif./Freepik
JawaPos.com - Terdapat perbedaan mencolok antara dibesarkan oleh orang tua yang protektif dengan orang tua yang terlalu protektif atau overprotective pada kehidupan anak.
Inti perbedaannya terletak pada keseimbangan yang sehat antara perlindungan dan pemberian kebebasan yang dibutuhkan oleh seorang anak untuk bertumbuh dewasa.
Orang tua overprotective seringkali bermaksud baik dalam upaya menjaga anak mereka, tetapi niat baik tersebut dapat berdampak pada konsekuensi yang tidak terduga pada kehidupan si anak saat dewasa, melansir dari Global English Editing Jumat (24/10).
Dibesarkan dengan orang tua yang sangat protektif memang tidak serta merta membuat anak pasti mengalami kesulitan seumur hidupnya.
Hanya saja, mereka mungkin menunjukkan beberapa sifat tertentu yang berbeda dengan orang lain ketika sudah menjadi orang dewasa.
Memahami sifat-sifat umum ini bisa menjadi langkah awal penting, terutama jika Anda menyadarinya dalam diri sendiri atau orang terdekat.
1. Kesulitan Mengambil Keputusan
Satu di antara sifat paling umum yang terlihat adalah kesulitan mengambil keputusan tanpa masukan dari pihak luar. Ketika orang tua terus-menerus mengambil alih pilihan untuk anak mereka, secara tidak sengaja mereka telah merampas kesempatan anak belajar mandiri. Akibatnya, anak-anak ini tumbuh menjadi orang dewasa yang terus mencari nasihat atau jaminan dari orang lain sebelum membuat pilihan.
2. Tingkat Kecemasan yang Lebih Tinggi
Orang dewasa yang dibesarkan oleh orang tua overprotective seringkali mengajarkan bahwa dunia ini harus ditakuti, bukan untuk dinavigasi dengan keberanian. Setiap risiko dianggap sebagai bahaya, setiap orang asing adalah ancaman potensial, dan setiap kegagalan terasa seperti bencana besar. Hal ini bisa berujung pada peningkatan rasa cemas berlebihan yang harus dihadapi seseorang saat dewasa.
3. Ketergantungan pada Orang Lain
Anak yang selalu dilindungi dan diisolasi dari dunia luar seringkali tidak memiliki kesempatan untuk mengembangkan rasa percaya diri dan kemandirian. Kondisi ini terbawa hingga masa dewasa yang akhirnya menyebabkan ketergantungan berlebihan pada pendapat dan dukungan orang lain. Kecenderungan untuk bergantung pada orang lain dalam hal pengambilan keputusan atau mencari validasi, dapat ditelusuri kembali ke masa kecil ketika orang tua yang membuat sebagian besar pilihan hidup mereka.
4. Takut Mengambil Risiko
Sifat umum lainnya adalah rasa takut yang kuat untuk mengambil risiko dalam setiap aspek kehidupan sehari-hari. Orang tua yang melindungi anak mereka dari setiap potensi bahaya, secara tidak sengaja menciptakan ketakutan pada hal-hal yang tidak diketahui. Gelembung perlindungan ini membentuk pola pikir yang menganggap dunia sangat berbahaya, sehingga langkah keluar dari zona nyaman dianggap tidak layak untuk diambil.
5. Sulit Menentukan Batasan

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
