
Ilustrasi: Keluarga. (pexels/ Kampus Production)
JawaPos.com – Menjadi orang tua tentu bukan perkara mudah. Keinginan untuk memberikan yang terbaik sering kali membuat banyak orang tua lupa satu hal penting, yaitu anak tidak hanya butuh dicintai, tapi juga dibimbing.
Niat baik untuk membuat anak bahagia bisa berubah jadi jebakan jika tidak disertai batasan dan tanggung jawab yang jelas. Hasilnya, anak tumbuh tanpa kemandirian dan mudah merasa dunia harus selalu berpihak padanya.
Melansir dari laman The Expert Editor, Selasa (21/10), inilah 7 perilaku orang tua yang secara tidak sadar membentuk anak menjadi pribadi yang manja dan seenaknya.
Banyak orang tua zaman sekarang nggak tega lihat anaknya kesusahan, dan itu wajar. Namun, kalau terus-menerus dilindungi dari rasa kecewa atau frustrasi, anak jadi nggak belajar gimana caranya bangkit dan kuat secara emosional.
Akibatnya, mereka bisa tumbuh dengan ekspektasi bahwa hidup harus selalu mulus dan semua orang akan membereskan masalah mereka.
Padahal, cara yang lebih sehat adalah tetap ada dan suportif, tapi juga memberi ruang untuk mereka belajar dari pengalaman.
Setelah capek kerja, pasti rasanya gampang banget bilang “iya” biar suasana tetap damai saat anak mulai merengek atau ngotot.
Namun, kalau “iya” jadi jawaban andalan tiap kali anak ngotot, tanpa sadar kita ngajarin mereka kalau merengek terus bakal dapet apa yang mereka mau.
Lama-lama, mereka jadi nggak akan lihat jawaban “nggak” sebagai batasan, tapi sebagai tantangan buat dinego.
Pujian kayak emang terdengar positif, tapi kalau keseringan dan terlalu berlebihan, itu bisa bikin kepercayaan diri anak jadi rapuh.
Anak jadi terbiasa cari validasi dari luar, bukan dari rasa puas karena usaha sendiri. Akibatnya, mereka bisa takut ambil tantangan karena takut atau nggak sesuai label yang udah ditempelkan ke mereka.
Saat orang tua langsung turun tangan tiap kali anak kesulitan, entah saat ngerjain PR, berurusan dengan teman, atau membuat kesalahan, tanpa sadar mereka kasih sinyal bahwa anak nggak bisa handle ini sendiri.
Sikap ini bisa membuat anak jadi tergantung dan merasa semua hal harus diselesaikan oleh orang lain.
Anak-anak belajar dari contoh nyata yang mereka lihat setiap hari. Kalau mereka sering lihat orang tuanya ngomong seenaknya ke pelayan, ngegosipin tetangga, atau bersikap merendahkan ke orang lain, mereka bakal mikir itu hal yang biasa dan oke-oke aja. Dan dari situ, mereka jadi belajar kalau baik sama orang itu cuma perlu kalau ada untungnya.
Ada garis tipis antara jadi orang tua yang dermawan dan yang terlalu memanjakan. Saat kasih sayang lebih sering ditunjukkan lewat hadiah, camilan, atau uang, anak bisa tumbuh dengan pandangan bahwa cinta selalu punya harga.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di Liga Nations UEFA: Jvarosnebi Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Bangladesh vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Harimau Malaya Curi Kemenangan
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022