Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 1 September 2025 | 03.17 WIB

Dampak Broken Home pada Anak: Risiko Depresi, Masalah Akademik, dan Luka Batin yang Sering Terabaikan

Anak yang tumbuh dalam keluarga broken home rentan mengalami masalah emosional, sosial, hingga akademik./Freepik.

JawaPos.com – Fenomena keluarga broken home masih menjadi isu serius di Indonesia maupun dunia. Broken home biasanya mengacu pada kondisi keluarga yang retak akibat perceraian, konflik berkepanjangan, atau ketidakharmonisan orang tua.

Anak yang tumbuh dalam situasi ini sering kali menjadi pihak paling terdampak, baik secara psikologis, sosial, maupun akademik.

Menurut jurnal Miind My Miind (2023), anak-anak dari keluarga broken home memiliki risiko lebih tinggi mengalami stres, depresi, serta gangguan perilaku dibanding anak dengan keluarga harmonis.

Ketidakstabilan lingkungan rumah membuat mereka kehilangan rasa aman yang seharusnya menjadi fondasi utama perkembangan emosi.

Dampak Emosional

Emosi menjadi aspek paling awal yang terganggu. Anak dari keluarga broken home rentan mengalami kesedihan berkepanjangan, rasa tidak berharga, dan kemarahan yang sulit dikendalikan.

Penelitian dari Journal of Guidance and Counseling Universitas Tunas Pembangunan (2022) menunjukkan bahwa 60 persen remaja broken home mengalami penurunan kepercayaan diri signifikan akibat konflik orang tua.

Selain itu, anak juga berisiko mengembangkan masalah kepercayaan dalam hubungan interpersonal. Mereka cenderung takut ditinggalkan atau dikhianati karena trauma dari perceraian atau pertengkaran orang tua.

Dampak Sosial

Dampak broken home tidak hanya terbatas di rumah, tetapi juga terbawa ke lingkungan sekolah dan pertemanan. Studi dari Journal of Gender Equality Studies (2023) mencatat bahwa anak broken home sering kali menarik diri dari pergaulan karena malu atau merasa berbeda dari teman-temannya.

Sebaliknya, ada juga yang menunjukkan perilaku agresif sebagai bentuk pelampiasan emosi. Guru dan teman sebaya menjadi pihak yang ikut merasakan perubahan perilaku tersebut. Bahkan, anak bisa berisiko terjerumus ke pergaulan negatif jika tidak mendapat bimbingan yang tepat.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore