
Seorang ibu yang sedang menenangkan anaknya. (dok. Freepik)
JawaPos.com - Separation anxiety adalah kecemasan yang muncul pada bayi atau balita ketika ditinggal oleh orang tua atau pengasuh, misalnya saat dititipkan di tempat penitipan anak atau ketika orang tua pergi bekerja. Anak biasanya akan menangis lebih sering, menolak ditinggal, atau menunjukkan perilaku sangat bergantung pada pengasuhnya.
Tanda-tanda awal kecemasan perpisahan bisa muncul sejak usia 4-5 bulan, namun biasanya lebih jelas pada usia 9 bulan. Ada bayi yang baru mengalaminya ketika lebih besar, dan ada juga yang hampir tidak pernah mengalaminya.
Penyebab utama kecemasan perpisahan adalah ketika bayi mulai memahami object permanence, yaitu kesadaran bahwa orang atau benda tetap ada meskipun tidak terlihat. Pemahaman ini biasanya berkembang pada usia 6–12 bulan.
Namun, karena bayi belum mengerti konsep waktu, mereka tidak tahu kapan orang tua akan kembali, sehingga memicu rasa takut.
Dilansir melalui Medical News Today (MNT), beberapa faktor yang dapat memicu atau memperparah kondisi ini antara lain:
Orang tua dapat membantu anak mengelola kecemasan dengan langkah-langkah berikut:
1. Peluk dan Beri Kenyamanan
Luangkan waktu untuk memeluk, menenangkan, dan menumbuhkan rasa aman setiap hari.
2. Latih Perpisahan Singkat
Tinggalkan bayi di tempat aman, lalu pergi sebentar dan kembali lagi. Ini mengajarkan bahwa orang tua akan selalu kembali.
3. Gunakan Suara Saat Tidak Terlihat
Bernyanyilah atau berbicaralah dari ruangan lain agar bayi tahu orang tuanya masih ada di sekitar.
4. Bermain Permainan Sederhana
Permainan seperti cilukba atau menutup-mainkan mainan dengan kain dapat membantu anak memahami konsep "pergi-kembali" secara perlahan.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
