
Ilustrasi ayah dan anak laki-laki. (Freepik)
JawaPos.com – Di tengah tantangan zaman, orang tua muslim dihadapkan pada pertanyaan besar, yaitu bagaimana mencetak generasi yang tidak hanya cerdas dalam ilmu dunia, tetapi juga kaya akhlak dan kecintaan pada Al‑Qur’an?
Jawabannya ada pada parenting Qur’ani, yakni metode asuh yang berakar pada nilai-nilai Islam dan petunjuk Ilahi.
Metode ini menekankan prinsip-prinsip Qur’an dan sunnah, kasih sayang, keteladanan, penanaman iman, serta penguatan kecerdasan emosional dan spiritual anak.
Bukan hanya teori, namun aplikasi nyata, seperti membangun pondasi akhlak lewat doa, dialog, dan kebiasaan membaca Al‑Qur’an bersama.
Dikutip dari Tarteel.ai dan Yaqeeninstitute.org, orang tua disarankan untuk memulai dengan cinta dan kasih sayang, menunjukkan akhlak lewat tindakan, serta menanamkan kecintaan pada Al‑Qur’an sejak usia dini untuk membentuk karakter kuat.
Pentingnya attachment, relasi emosional anak dengan Allah dan orang tua sebagai dasar ketahanan psikologis dan spiritual mereka. Ketika anak merasa aman dibimbing dengan kelembutan Qur’ani, mereka tumbuh dengan motivasi intrisik yang kokoh.
Al‑Qur’an menetapkan kasih sayang sebagai fondasi utama keluarga. Surah Al‑Isra ayat 24 memerintahkan anak untuk berbakti kepada orang tua, dan secara implisit menuntut balasan kelembutan dari orang tua kepada anak, kesetaraan nilai yang membangun rasa aman dan cinta.
Keteladanan Orang Tua
Qur’an mencontohkan Luqman al‑Hakim yang mengajarkan anaknya lewat perilaku: “laksanakan shalat, perintahkan kebaikan, larang keburukan, dan bersabarlah” (QS 31:17). Dengan melihat langsung contoh shalat, kejujuran, dan keteguhan iman dari orang tua, anak akan meniru nilai yang melekat dalam keseharian.
Menumbuhkan Kecintaan pada Al‑Qur’an
Menjadikan Al‑Qur’an bagian dari rutinitas pagi atau malam hari, walau hanya membaca ayat pendek. Hal tersebut bisa membangun ikatan spiritual anak. Penanaman rasa cinta serupa benih yang, jika dipupuk terus-menerus, akan menjelma sebagai karakter kuat dan akhlak mulia.
Penguatan Attachment Spiritual
Attachment atau ikatan emosional kepada Allah dan orang tua meningkatkan resiliency anak. Ketika mereka merasa dilindungi secara spiritual dan emosional, mereka lebih mampu menghadapi stres duniawi, punya motivasi belajar, dan menjaga keimanan dalam kehidupan sosial.
Kesimpulan
Mendidik anak dalam bingkai Qur’ani bukan sekadar soal menghafal ayat atau ritual ibadah semata. Tetapi lebih kepada membangun karakter cerdas, tangguh, dan berakhlak mulia. Melalui kasih sayang, keteladanan, budaya membaca Al‑Qur’an, serta rasa aman spiritual. Dengan metode ini, orang tua muslim bisa mencetak generasi yang siap mengemban amanah dunia dan akhirat.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
