Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 21 Juni 2025 | 00.22 WIB

7 Pengalaman Masa Kecil Ini Sering Membentuk Karakter Enggan Mendekat Pada Orang Lain

Ilustrasi seorang individu yang tampak menjaga jarak emosional, mungkin karena pengalaman masa kecil yang membentuk kecenderungan tersebut. (Freepik) - Image

Ilustrasi seorang individu yang tampak menjaga jarak emosional, mungkin karena pengalaman masa kecil yang membentuk kecenderungan tersebut. (Freepik)

JawaPos.com - Pernahkah Anda bertemu dengan seseorang yang selalu menjaga jarak emosional, seolah ada dinding tak terlihat di antara mereka dan orang lain?

Terkadang, individu seperti ini tanpa sadar menghindari keintiman dalam hubungan, bahkan ketika mereka sendiri merindukan kedekatan.

Menariknya, kecenderungan ini seringkali berakar kuat pada pengalaman yang mereka lalui selama masa kanak-kanak.

Kejadian di awal kehidupan membentuk pola perilaku dan cara pandang seseorang terhadap hubungan.

Melansir dari Geediting.com Jumat (20/6), berikut adalah beberapa pengalaman masa kecil yang bisa membuat seseorang secara tidak sadar enggan mendekat pada orang lain.

1. Lingkungan Keluarga yang Kacau

Anak-anak yang tumbuh di tengah situasi keluarga tidak stabil mungkin belajar bahwa dunia terasa tidak aman serta tidak dapat diprediksi. Kondisi ini membuat mereka membangun pertahanan diri kuat agar bisa merasa terlindungi dari ketidakpastian serta emosi negatif yang sering muncul.

2. Pengasuh yang Absen atau Jauh

Kurangnya kehadiran fisik atau emosional dari figur pengasuh utama di masa kecil bisa membentuk rasa kurangnya ikatan. Anak-anak tersebut mungkin belajar bahwa orang dewasa tidak dapat diandalkan untuk kebutuhan emosional mereka sehingga sulit percaya pada orang lain.

3. Pengalaman Ditolak di Awal Kehidupan

Penolakan berulang pada usia dini, baik oleh keluarga maupun teman sebaya, bisa meninggalkan luka mendalam bagi anak. Mereka mungkin mulai percaya bahwa kedekatan akan selalu berujung pada rasa sakit hati, sehingga memilih untuk menghindarinya agar tidak terluka lagi.

4. Kurangnya Contoh Peran Positif

Tidak adanya figur dewasa yang menunjukkan cara membangun hubungan sehat atau mengatasi konflik secara konstruktif bisa menjadi hambatan. Anak-anak ini tidak memiliki model untuk meniru bagaimana seharusnya menjalin ikatan emosional yang erat dan positif dengan orang lain.

5. Mengalami Trauma

Peristiwa traumatis pada masa kanak-kanak, seperti kekerasan atau penelantaran, dapat membuat seseorang merasa sangat rentan dan tidak aman. Trauma ini seringkali menyebabkan mereka menarik diri dari hubungan intim sebagai bentuk perlindungan diri dari potensi bahaya baru.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore