
Ilustrasi seorang individu yang tampak menjaga jarak emosional, mungkin karena pengalaman masa kecil yang membentuk kecenderungan tersebut. (Freepik)
JawaPos.com - Pernahkah Anda bertemu dengan seseorang yang selalu menjaga jarak emosional, seolah ada dinding tak terlihat di antara mereka dan orang lain?
Terkadang, individu seperti ini tanpa sadar menghindari keintiman dalam hubungan, bahkan ketika mereka sendiri merindukan kedekatan.
Menariknya, kecenderungan ini seringkali berakar kuat pada pengalaman yang mereka lalui selama masa kanak-kanak.
Kejadian di awal kehidupan membentuk pola perilaku dan cara pandang seseorang terhadap hubungan.
Melansir dari Geediting.com Jumat (20/6), berikut adalah beberapa pengalaman masa kecil yang bisa membuat seseorang secara tidak sadar enggan mendekat pada orang lain.
1. Lingkungan Keluarga yang Kacau
Anak-anak yang tumbuh di tengah situasi keluarga tidak stabil mungkin belajar bahwa dunia terasa tidak aman serta tidak dapat diprediksi. Kondisi ini membuat mereka membangun pertahanan diri kuat agar bisa merasa terlindungi dari ketidakpastian serta emosi negatif yang sering muncul.
2. Pengasuh yang Absen atau Jauh
Kurangnya kehadiran fisik atau emosional dari figur pengasuh utama di masa kecil bisa membentuk rasa kurangnya ikatan. Anak-anak tersebut mungkin belajar bahwa orang dewasa tidak dapat diandalkan untuk kebutuhan emosional mereka sehingga sulit percaya pada orang lain.
3. Pengalaman Ditolak di Awal Kehidupan
Penolakan berulang pada usia dini, baik oleh keluarga maupun teman sebaya, bisa meninggalkan luka mendalam bagi anak. Mereka mungkin mulai percaya bahwa kedekatan akan selalu berujung pada rasa sakit hati, sehingga memilih untuk menghindarinya agar tidak terluka lagi.
4. Kurangnya Contoh Peran Positif
Tidak adanya figur dewasa yang menunjukkan cara membangun hubungan sehat atau mengatasi konflik secara konstruktif bisa menjadi hambatan. Anak-anak ini tidak memiliki model untuk meniru bagaimana seharusnya menjalin ikatan emosional yang erat dan positif dengan orang lain.
5. Mengalami Trauma
Peristiwa traumatis pada masa kanak-kanak, seperti kekerasan atau penelantaran, dapat membuat seseorang merasa sangat rentan dan tidak aman. Trauma ini seringkali menyebabkan mereka menarik diri dari hubungan intim sebagai bentuk perlindungan diri dari potensi bahaya baru.

Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Haiti: Danilo Ingin Selecao Kuasai Permainan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Jadwal Moto3 Ceko 2026! Veda Ega Pratama P14 dan Langsung Lolos Q2
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
