Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 18 Juni 2025 | 17.30 WIB

Menyingkap Fenomena Fatherless di Indonesia, Kenali Dampak pada Anak dan Solusi Penanganannya!

Foto ayah dengan anaknya (Pexels/Vlada Karvopich) - Image

Foto ayah dengan anaknya (Pexels/Vlada Karvopich)

JawaPos.com - Fatherless merupakan fenomena absennya kehadiran ayah dalam tumbuh kembang anak. Dilansir dari Jawa Pos, Indonesia menempati urutan ke-3 sebagai fatherless country.

Fenomena ini dapat disebabkan oleh beberapa hal seperti perceraian, kematian, serta tuntutan pekerjaan seorang ayah.

Selain itu, faktor fatherless juga dapat berasal dari faktor lain. Dilansir dari laman FKM Universitas Airlangga, kentalnya budaya patriarki dan minimnya tanggung jawab seorang ayah juga berperan sangat besar pada fenomena fatherless ini.

Seorang anak berhak mendapatkan kehadiran ayah dan ibu sama besarnya. Selain sebagai pemberi nafkah, sosok ayah juga harus menemani tumbuh kembang anak dan menjadi sosok teladan serta memberikan perlindungan pada anak.

Dampak Fatherless bagi Anak

Ketidakhadiran ayah berdampak sangat besar bagi perkembangan anak dalam berbagai sisi, baik dalam segi psikologis, emosional, maupun akademik.

Menurut Jurnal Psikoedukasi dan Konseling, ketidakhadiran ayah sangat berdampak dalam segi sosio-emosional seorang anak. Apabila ayah tidak membersamai anaknya pada masa remaja, anak cenderung memiliki harga diri yang rendah dan merasakan emosi negatif seperti kesepian dan stres.

Akibatnya, anak akan mengalami kesulitan dalam berinteraksi dengan orang lain seperti bekerja sama atau berteman.

Selain itu, anak yang mengalami fenomena fatherless juga rentan mengalami kemunduran dalam capaian akademik. Berdasarkan laman FKM Universitas Airlangga, sosok ayah memiliki peran penting dalam memberikan dukungan, bimbingan, serta motivasi agar anak bisa meraih capaian akademik anak.

Solusi bagi Orang Tua dalam Menangani Fenomena Fatherless

Hal paling utama dalam menangani fenomena fatherless adalah meningkatkan peran orang tua terutama sang ayah. Menurut laman Shafiq.id, orang tua harus mampu berkolaborasi untuk meningkatkan peran ayah lebih banyak lagi agar anak tidak ‘kehilangan’ sosok ayah.

Memberi banyak waktu dengan anak serta menambah interaksi berkomunikasi dapat membuat anak merasakan kehadiran ayahnya.

Selain itu, sosok ayah juga harus mengerti perannya dengan menemani perkembangan anaknya secara langsung.

Apabila sang ayah absen karena kematian dan perceraian, maka sebaiknya mencari figur pengganti seperti kakek, paman, atau keluarga lainnya yang dapat membantu anak memenuhi kekosongan peran tersebut.

Terakhir, untuk meminimalisir dampak psikologis akibat fatherless, penanganan profesional seperti psikolog dan terapis adalah solusi yang tepat bagi anak.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore