
Foto ayah dengan anaknya (Pexels/Vlada Karvopich)
JawaPos.com - Fatherless merupakan fenomena absennya kehadiran ayah dalam tumbuh kembang anak. Dilansir dari Jawa Pos, Indonesia menempati urutan ke-3 sebagai fatherless country.
Fenomena ini dapat disebabkan oleh beberapa hal seperti perceraian, kematian, serta tuntutan pekerjaan seorang ayah.
Selain itu, faktor fatherless juga dapat berasal dari faktor lain. Dilansir dari laman FKM Universitas Airlangga, kentalnya budaya patriarki dan minimnya tanggung jawab seorang ayah juga berperan sangat besar pada fenomena fatherless ini.
Seorang anak berhak mendapatkan kehadiran ayah dan ibu sama besarnya. Selain sebagai pemberi nafkah, sosok ayah juga harus menemani tumbuh kembang anak dan menjadi sosok teladan serta memberikan perlindungan pada anak.
Dampak Fatherless bagi Anak
Ketidakhadiran ayah berdampak sangat besar bagi perkembangan anak dalam berbagai sisi, baik dalam segi psikologis, emosional, maupun akademik.
Menurut Jurnal Psikoedukasi dan Konseling, ketidakhadiran ayah sangat berdampak dalam segi sosio-emosional seorang anak. Apabila ayah tidak membersamai anaknya pada masa remaja, anak cenderung memiliki harga diri yang rendah dan merasakan emosi negatif seperti kesepian dan stres.
Akibatnya, anak akan mengalami kesulitan dalam berinteraksi dengan orang lain seperti bekerja sama atau berteman.
Selain itu, anak yang mengalami fenomena fatherless juga rentan mengalami kemunduran dalam capaian akademik. Berdasarkan laman FKM Universitas Airlangga, sosok ayah memiliki peran penting dalam memberikan dukungan, bimbingan, serta motivasi agar anak bisa meraih capaian akademik anak.
Solusi bagi Orang Tua dalam Menangani Fenomena Fatherless
Hal paling utama dalam menangani fenomena fatherless adalah meningkatkan peran orang tua terutama sang ayah. Menurut laman Shafiq.id, orang tua harus mampu berkolaborasi untuk meningkatkan peran ayah lebih banyak lagi agar anak tidak ‘kehilangan’ sosok ayah.
Memberi banyak waktu dengan anak serta menambah interaksi berkomunikasi dapat membuat anak merasakan kehadiran ayahnya.
Selain itu, sosok ayah juga harus mengerti perannya dengan menemani perkembangan anaknya secara langsung.
Apabila sang ayah absen karena kematian dan perceraian, maka sebaiknya mencari figur pengganti seperti kakek, paman, atau keluarga lainnya yang dapat membantu anak memenuhi kekosongan peran tersebut.
Terakhir, untuk meminimalisir dampak psikologis akibat fatherless, penanganan profesional seperti psikolog dan terapis adalah solusi yang tepat bagi anak.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
