
Orang tua dan guru berperan dalam mengarahkan motivasi anak. (Pexels)
JawaPos.com – Banyak anak memiliki impian besar sejak dini, mulai dari ingin menjadi dokter, guru, pilot, hingga atlet.
Oleh karenanya, parenting yang baik merupakan pondasi utama dalam membentuk karakter dan kepribadian anak sejak usia dini.
Namun, motivasi anak dalam meraih cita-cita tidak terbentuk secara otomatis. Dukungan, arahan, dan stimulasi dari orang tua serta lingkungan sekolah sangat menentukan apakah mimpi itu bisa terwujud.
Peran orang tua dalam parenting sangat penting untuk menanamkan nilai-nilai positif, seperti tanggung jawab, empati, dan kejujuran.
Penelitian terbaru dari Harvard Graduate School of Education menunjukkan bahwa anak-anak yang mendapat dukungan emosional dan motivasional sejak usia dini lebih mampu menetapkan tujuan jangka panjang dan mencapainya.
Peneliti menyebut, motivasi intrinsik atau dorongan dari dalam diri adalah bentuk motivasi yang paling kuat dan tahan lama, namun tetap membutuhkan pemicu dari luar.
“Setiap anak memiliki potensi yang unik dan penting untuk mengidentifikasi kekuatan dan limitasi mereka. Pendekatan pendidikan harus berfokus pada pengembangan potensi, bukan sekadar peringkat akademis,” ujar Prof. dr. Mei Neni Sitaresmi, Sp.A(K), Ph.D.
Motivasi anak tidak hanya muncul dari kata-kata penyemangat, tapi juga dari interaksi harian yang membentuk pola pikir dan rasa percaya diri.
“Motivasi anak harus diarahkan pada pencapaian cita-cita mereka, bukan hanya untuk menjadi nomor satu di kelas, ini penting untuk mengembangkan kepercayaan diri anak,” tambah dr. Mei dokter spesialis anak sekaligus pakar tumbuh kembang.
Anak-anak yang merasa didengar dan dihargai akan lebih berani mencoba dan bahkan saat gagal.
Menurut laporan American Psychological Association atau APA tahun 2024, anak-anak yang dibesarkan dalam lingkungan suportif cenderung memiliki growth mindset, yakni keyakinan bahwa kemampuan bisa berkembang melalui usaha.
Pola pikir inilah yang membuat anak tidak mudah menyerah saat menghadapi tantangan dalam mewujudkan cita-cita.
Lingkungan sekolah juga berperan dalam memperkuat atau justru melemahkan motivasi anak.
Guru yang mengaitkan materi pelajaran dengan kehidupan nyata dan cita-cita anak akan lebih mampu menjaga semangat belajar anak tetap tinggi.
Kurikulum Merdeka yang diterapkan di Indonesia sejak 2022 berupaya mengakomodasi hal ini dengan pendekatan student-centered learning.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
