Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 1 April 2025 | 21.32 WIB

Parenting Buruk! Ini 7 Ciri Orang Tua yang Besarkan Anak Tidak Bahagia Menurut Psikologi, Apa Saja?

Ciri orang tua dengan parenting buruk pada anak yang tidak bahagia menurut Psikologi - Image

Ciri orang tua dengan parenting buruk pada anak yang tidak bahagia menurut Psikologi

JawaPos.com – Setiap orang tua tentu ingin anak mereka tumbuh dengan bahagia, tetapi tanpa disadari, pola asuh yang diterapkan justru bisa berdampak sebaliknya. Beberapa kebiasaan dalam parenting dapat membuat buah hati merasa tertekan, cemas, atau bahkan kehilangan kepercayaan diri.

Psikologi mengungkap bahwa ada ciri-ciri tertentu dari orang tua yang membesarkan anak dalam lingkungan yang tidak sehat secara emosional, yang akhirnya membuat mereka sulit merasakan kebahagiaan sejati.

Dilansir dari geediting.com pada Selasa (1/4), diterangkan bahwa terdapat tujuh ciri orang tua dengan parenting buruk pada anak yang akhirnya tidak bahagia menurut Psikologi.

1. Kritik berlebihan dalam pengasuhan

Tidak ada manusia yang sempurna, termasuk anak-anak yang masih dalam proses belajar dan berkembang. Sebagai orangtua, seringkali kita terjebak dalam pola memberikan kritik yang berlebihan kepada anak-anak, yang justru dapat merusak kepercayaan diri mereka dalam jangka panjang.

Psikologi modern menunjukkan bahwa anak-anak yang terus-menerus mendapat kritik cenderung tumbuh dengan perasaan tidak pernah cukup baik, yang dapat mengakibatkan rendahnya harga diri hingga dewasa. Yang perlu diingat adalah kritik seharusnya ditujukan pada perilaku yang ingin diperbaiki, bukan pada pribadi anak itu sendiri.

2. Perlindungan yang terlalu ketat

Keinginan untuk melindungi anak dari segala bentuk bahaya dan kesulitan adalah hal yang wajar bagi setiap orangtua, namun perlindungan yang berlebihan justru dapat menghambat perkembangan mental anak.

Ketika orangtua terlalu protektif, mereka secara tidak sadar menghalangi anak untuk mengembangkan ketangguhan dan kemampuan mengatasi masalah sendiri.

Anak-anak yang terlalu dilindungi cenderung menjadi terlalu bergantung pada orangtua dan kurang percaya diri dalam menghadapi tantangan kehidupan. Penting bagi orangtua untuk memberi ruang bagi anak mengalami kegagalan kecil sebagai bagian dari proses pembelajaran.

3. Ketidakhadiran emosional orangtua

Navigasi dunia emosi adalah tantangan besar bagi anak-anak, dan mereka membutuhkan orangtua sebagai pembimbing dalam perjalanan ini. Orangtua yang tidak hadir secara emosional, meskipun secara fisik ada, dapat membuat anak merasa kesepian dan tidak dipahami.

Penelitian psikologi menunjukkan bahwa anak-anak dengan orangtua yang tidak tersedia secara emosional cenderung tumbuh menjadi individu yang lebih fokus memenuhi kebutuhan orang lain daripada kebutuhan diri sendiri. Ketidakhadiran emosional ini dapat menciptakan pola hubungan yang tidak sehat di masa depan

4. Ketiadaan batasan yang jelas

Meskipun mungkin terdengar membatasi, anak-anak sebenarnya berkembang lebih baik dengan adanya batasan yang jelas dalam kehidupan mereka. Batasan memberikan rasa aman dan pemahaman tentang apa yang diharapkan dari mereka dalam berbagai situasi.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore