
7 Pola Asuh Orang Tua yang Bisa Membuat Anak Haus Perhatian dan Validasi Saat Dewasa
JawaPos.com - Pernahkah anda bertemu dengan seseorang yang selalu mencari perhatian? Orang yang selalu ingin dipuji, merasa tidak cukup baik tanpa validasi orang lain, atau bahkan merasa cemas jika tidak mendapatkan pengakuan?
Bisa jadi, pola perilaku itu terbentuk dari pola asuh orang tua di masa kecil mereka. Tanpa disadari, bagaimana seseorang dibesarkan memiliki dampak besar terhadap kepribadian saat dewasa.
Dilansir dari Blog Herald pada Sabtu (29/3) yuk, kita bahas bagaimana pola asuh orang tua bisa membuat anak tumbuh menjadi orang yang terus-menerus mencari perhatian dan validasi di masa dewasa!
1. Perhatian Orang Tua Antara Ada dan Tiada
Pernah melihat seseorang yang selalu merasa tidak aman dalam hubungan? Bisa jadi mereka tumbuh dalam keluarga yang penuh ketidakpastian. Kadang mereka diperhatikan, kadang diabaikan.
Pola ini menciptakan kebingungan besar bagi anak yang haus perhatian, membuat mereka merasa perlu mencari kepastian dengan terus-menerus mengejar validasi dari orang lain.
Saat dewasa, mereka mungkin merasa cemas jika tidak mendapatkan cukup perhatian dari pasangan atau teman. Mereka tidak melakukannya dengan sengaja, tetapi ini sudah menjadi pola perilaku yang terbentuk sejak kecil.
2. Kurangnya Validasi Emosi
Banyak anak tumbuh dalam keluarga yang tidak menghargai perasaan mereka. Mungkin mereka pernah diberi tahu, "Jangan lebay!" atau "Jangan cengeng!" setiap kali merasa sedih atau marah.
Ketika emosi mereka tidak diakui, mereka akan merasa bahwa satu-satunya cara agar diperhatikan adalah dengan mencari validasi eksternal.
Inilah sebabnya banyak orang yang saat dewasa tidak bisa merasa cukup tanpa pengakuan dari orang lain. Mereka akan terus-menerus mencari validasi atas perasaan dan pencapaian mereka, karena mereka tidak pernah mendapatkan hal itu saat kecil.
3. Harapan dan Tekanan Tinggi dari Orang Tua
Banyak orang tumbuh dalam keluarga yang penuh tekanan: harus selalu berprestasi, tidak boleh gagal, dan harus memenuhi standar tinggi yang ditetapkan orang tua.
Hal ini bisa menciptakan kepribadian saat dewasa yang sangat bergantung pada pengakuan orang lain. Mereka merasa harus terus berusaha keras dan membuktikan diri, karena itulah satu-satunya cara agar mereka merasa berharga.
Jika anda pernah bertemu seseorang yang sangat perfeksionis dan selalu takut mengecewakan orang lain, bisa jadi mereka tumbuh dalam pola asuh seperti ini.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
