Ilustrasi frasa dari orang tua yang menghancurkan anak. (pexels).
JawaPos.com - Ada batasan tipis antara kritik yang membangun dan kata-kata yang menyakitkan, terutama jika menyangkut anak-anak. Perbedaannya terletak pada dampaknya.
Memarahi anak karena melakukan kesalahan adalah hal yang wajar, tetapi meremehkannya, meski tidak sengaja, dapat mengikis rasa percaya diri mereka. Sebagai orangtua, mungkin tanpa sadar anda pernah mengucapkan frasa yang menghancurkan, yang ternyata dapat meninggalkan luka psikologis jangka panjang.
Psikologi pola asuh menunjukkan bahwa kata-kata memiliki kekuatan besar dalam membentuk harga diri anak. Dilansir dari News Reports pada Selasa (18/3) berikut adalah tujuh frasa yang bisa merusak kepercayaan diri anak, menurut para psikolog parenting.
1. Kamu sama seperti [orang tua/saudaramu]
Perbandingan sederhana ini mungkin terdengar biasa saja, tetapi sebenarnya dapat menjadi beban berat bagi anak. Saat anda mengatakan, "Kamu sama seperti kakakmu yang malas," atau "Kamu persis seperti ayahmu yang ceroboh," anak akan mulai percaya bahwa mereka terjebak dalam sifat yang tidak bisa diubah.
Menurut psikolog Carl Rogers, ketika seseorang terus dibandingkan dengan orang lain, mereka akan kesulitan mengembangkan identitas uniknya. Dalam psikologi pola asuh, perbandingan seperti ini dapat menghambat harga diri anak dan membuat mereka merasa tidak cukup baik sebagaimana adanya.
2. Mengapa kamu tidak bisa lebih seperti…
Perbandingan dengan teman sebaya sama buruknya dengan perbandingan keluarga. Jika anda mengatakan, "Mengapa kamu tidak bisa seperti temanmu yang selalu dapat nilai bagus?" anak akan merasa dirinya tidak cukup baik dan mulai meragukan rasa percaya diri mereka sendiri.
Psikolog Dr. Joyce Brothers menekankan bahwa anak-anak berkembang dengan baik ketika mereka merasa didukung, bukan dibandingkan. Kata-kata ini bisa membuat anak merasa gagal memenuhi ekspektasi anda, yang akhirnya menurunkan motivasi mereka.
3. Itu mudah, bukan?
Terkadang, tanpa sadar orangtua meremehkan pencapaian anak dengan mengatakan bahwa sesuatu itu mudah. Jika anak berhasil menyelesaikan tugas sulit, lalu anda mengatakan, "Itu kan gampang," mereka bisa merasa usahanya tidak dihargai.
Dalam teori psikologi pola asuh, frasa ini dapat mengubah cara anak melihat dirinya sendiri. Mereka bisa mulai berpikir bahwa keberhasilan mereka tidak berarti, atau lebih buruk lagi, mereka akan takut mencoba tantangan baru karena khawatir kegagalan mereka dianggap remeh.
4. Kamu sangat pintar

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
