Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 28 Juli 2026 | 18.22 WIB

Diam Bukan Solusi, Ini Langkah Memulihkan Moral Injury dan Membangun Kembali Kepercayaan Diri

ilustrasi gambar dari Pinterest @MEXOD STORE - Image

ilustrasi gambar dari Pinterest @MEXOD STORE

JawaPos.com – Moral injury merupakan luka psikologis yang muncul ketika seseorang merasa telah melakukan, menyaksikan, atau gagal mencegah tindakan yang bertentangan dengan nilai moral yang diyakininya.

Kondisi ini awalnya banyak dikaji pada kalangan veteran perang, tetapi kini diketahui juga dialami oleh tenaga kesehatan, pekerja sosial, aparat penegak hukum, hingga masyarakat umum yang menghadapi dilema moral dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut artikel terbaru di Psychology Today, salah satu dampak terbesar dari moral injury adalah munculnya rasa bersalah yang berkepanjangan hingga mengganggu identitas diri.

Seseorang dapat terus menyalahkan dirinya sendiri, merasa tidak lagi menjadi pribadi yang dulu, bahkan mengalami pikiran negatif yang sulit dihentikan. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat memengaruhi kesehatan mental dan kualitas hidup secara keseluruhan.

Meski demikian, penelitian terbaru menunjukkan bahwa moral injury tidak selalu berakhir dengan hilangnya jati diri.

Dalam sejumlah kasus, pengalaman traumatis justru dapat memperkuat identitas seseorang ketika ia mampu memahami peristiwa tersebut secara lebih utuh dan memperoleh dukungan yang tepat.

Proses ini membantu seseorang menemukan kembali makna dari pengalaman yang dialaminya serta membangun ketahanan psikologis.

Salah satu langkah paling penting dalam proses pemulihan adalah memutus keheningan. Banyak orang memilih menyimpan rasa bersalah sendirian karena takut dihakimi.

Padahal, berbicara dengan orang yang dipercaya, bergabung dengan kelompok pendukung, berkonsultasi dengan pemuka agama, atau mencari bantuan profesional dapat membantu mengurangi beban emosional dan mengembalikan perspektif yang lebih sehat terhadap apa yang telah terjadi.

Para ahli juga menekankan pentingnya melihat kembali konteks di balik keputusan atau tindakan yang memicu moral injury. Dalam profesi seperti militer, kepolisian, atau tenaga kesehatan, seseorang sering kali harus mengambil keputusan sulit dalam situasi yang penuh tekanan.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore