
Ilustrasi seorang anak yang direndahkan oleh orang tuanya. (Freepik)
JawaPos.com - Jika Anda tumbuh dengan orangtua yang selalu merendahkan Anda, Anda tahu seberapa besar kata-kata dapat membentuk seseorang. Mungkin kritik yang disamarkan sebagai "cinta yang keras" atau sindiran halus yang membuat Anda meragukan diri sendiri.
Seiring berjalannya waktu, pesan-pesan tersebut meresap, tidak hanya memengaruhi cara Anda memandang diri sendiri tetapi juga cara Anda menjalani hidup. Sebenarnya, pola-pola masa kecil tidak hilang begitu saja saat kita tumbuh dewasa, pola-pola itu muncul dalam kebiasaan-kebiasaan kita, hubungan-hubungan kita, dan bahkan cara kita berbicara kepada diri sendiri.
Beberapa kebiasaan ini mungkin sulit dihilangkan, sementara yang lain mungkin justru membantu kita dengan cara-cara yang tidak terduga.
Dilansir dari geediting.com, berikut adalah delapan kebiasaan umum yang berkembang seseorang setelah tumbuh dengan orangtua yang terus-menerus merendahkan mereka.
1. Mereka terus menerus meragukan diri mereka sendiri
Bila Anda tumbuh dengan orangtua yang selalu merendahkan Anda, mudah bagi Anda untuk mulai meragukan diri sendiri.
Bahkan sebagai orang dewasa, membuat keputusan, baik besar maupun kecil, bisa terasa memberatkan.
Anda mungkin menganalisis setiap pilihan secara berlebihan, khawatir akan membuat keputusan yang salah, atau terus-menerus mencari kepastian dari orang lain.
2. Mereka meminta maaf bahkan ketika mereka tidak melakukan kesalahan apa pun
Untuk waktu yang lama, orang-orang ini mungki mengucapkan maaf untuk segalanya. Bagi mereka, meminta maaf menjadi cara saya menghindari konflik, menjaga kedamaian.
3. Mereka kesulitan menerima pujian
Bila Anda tumbuh besar dengan lebih banyak mendengar kritikan daripada pujian, pujian bisa terasa tidak wajar.
Alih-alih menerima kata-kata yang baik, Anda mungkin mengabaikannya, meremehkan pencapaian Anda, atau berasumsi orang lain tidak benar-benar bersungguh-sungguh.
Pujian bahkan dapat membuat Anda tidak nyaman, seperti ada semacam kekurangan yang tidak Anda lihat.
4. Mereka merasa bertanggung jawab atas emosi orang lain

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
