
seseorang yang banyak mengeluh tentang hidup. (Magnific/katemangostar)
JawaPos.com - Banyak orang merasa hidupnya berat. Mereka mengeluh tentang pekerjaan, hubungan, kondisi ekonomi, kesehatan mental, atau bahkan nasib yang terasa tidak adil. Mengeluh sebenarnya adalah hal yang manusiawi. Semua orang pernah melakukannya. Namun dalam psikologi, ada perbedaan besar antara mengeluh sebagai bentuk pelepasan emosi sementara dan mengeluh yang berubah menjadi pola hidup.
Masalah muncul ketika seseorang terus mengeluh bertahun-tahun, tetapi hampir tidak pernah mengambil langkah nyata untuk berubah. Mereka tahu ada yang salah dalam hidupnya, tetapi tetap mengulang pola yang sama. Anehnya, mereka sering berharap hasil hidupnya akan berbeda.
Psikologi modern menjelaskan bahwa perilaku seperti ini biasanya bukan sekadar soal malas atau tidak disiplin. Ada kebiasaan mental dan emosional tertentu yang terus dipelihara tanpa sadar. Kebiasaan-kebiasaan inilah yang membuat seseorang terjebak dalam lingkaran keluhan tanpa perubahan nyata.
Dilansir dari Expert Editor, terdapat 9 kebiasaan yang paling sering diulang oleh orang yang terus mengeluh tentang hidup tetapi jarang berubah.
1. Terlalu Fokus Pada Masalah, Bukan Solusi
Salah satu ciri paling umum adalah kebiasaan memutar ulang masalah di kepala tanpa benar-benar mencari jalan keluar.
Dalam psikologi, pola ini sering disebut sebagai rumination atau perenungan berlebihan. Seseorang terus memikirkan apa yang salah, siapa yang menyakitinya, dan mengapa hidup terasa tidak adil. Namun energi mentalnya habis hanya untuk mengulang cerita yang sama.
Misalnya:
“Kerjaan saya capek banget.”
“Atasan saya toxic.”
“Saya nggak punya kesempatan.”
“Hidup orang lain lebih mudah.”
Kalimat-kalimat ini mungkin benar. Tetapi jika seseorang berhenti hanya pada keluhan dan tidak pernah bertanya:
“Apa langkah kecil yang bisa saya lakukan?”
“Apa yang bisa saya kontrol?”
“Skill apa yang perlu saya pelajari?”
maka hidupnya cenderung tidak bergerak.
Psikologi perilaku menunjukkan bahwa fokus yang terus-menerus pada masalah dapat memperkuat rasa tidak berdaya. Otak akhirnya terbiasa melihat hambatan di mana-mana dan kehilangan kemampuan untuk melihat kemungkinan solusi.
Orang yang berkembang bukan berarti tidak punya masalah. Mereka hanya melatih diri untuk lebih cepat berpindah dari keluhan menuju tindakan.
2. Menunggu Motivasi Sebelum Bertindak
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Racing Santander vs Elche di Liga Spanyol 2026/2027: Tuan Rumah Kunci 3 Poin!
Prediksi Skor Alaves vs Villarreal di Liga Spanyol 2026/2027: Sengit, Berakhir Imbang?
Desta Resmi Hengkang dari Vindes, Perusahaan Berjalan Bersama Vincent Rompies
Prediksi Skor Deportivo Alaves vs Villarreal di Liga Spanyol: Babazorros Bisa Buat Kejutan
Prediksi Skor Celta Vigo vs Osasuna di Liga Spanyol 2026/2027: Los Celestes Bakal Raih 3 Poin!
Kronologi Kericuhan di Pejompongan yang Tewaskan Lansia dan Bikin Pelajar Babak Belur
Prediksi Skor Fulham vs AFC Wimbledon di EFL Cup 2026/2027: Misi Bangkit The Cottagers
Tak Terbukti Terima Uang dan Perkaya Diri Sendiri, Eks Kabaranahan Kemhan Tetap Dihukum 2,5 Tahun
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor CSKA Sofia vs OFI Crete di Kualifikasi Liga Europa 2026/2027: Kans Lolos O Ómilos!
