Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 28 Mei 2026 | 15.39 WIB

Orang yang Mengeluh Tentang Hidup Tetapi Jarang Berubah Biasanya Mengulangi 9 Kebiasaan Ini Menurut Psikologi

seseorang yang banyak mengeluh tentang hidup. (Magnific/katemangostar) - Image

seseorang yang banyak mengeluh tentang hidup. (Magnific/katemangostar)


JawaPos.com - Banyak orang merasa hidupnya berat. Mereka mengeluh tentang pekerjaan, hubungan, kondisi ekonomi, kesehatan mental, atau bahkan nasib yang terasa tidak adil. Mengeluh sebenarnya adalah hal yang manusiawi. Semua orang pernah melakukannya. Namun dalam psikologi, ada perbedaan besar antara mengeluh sebagai bentuk pelepasan emosi sementara dan mengeluh yang berubah menjadi pola hidup.

Masalah muncul ketika seseorang terus mengeluh bertahun-tahun, tetapi hampir tidak pernah mengambil langkah nyata untuk berubah. Mereka tahu ada yang salah dalam hidupnya, tetapi tetap mengulang pola yang sama. Anehnya, mereka sering berharap hasil hidupnya akan berbeda.

Psikologi modern menjelaskan bahwa perilaku seperti ini biasanya bukan sekadar soal malas atau tidak disiplin. Ada kebiasaan mental dan emosional tertentu yang terus dipelihara tanpa sadar. Kebiasaan-kebiasaan inilah yang membuat seseorang terjebak dalam lingkaran keluhan tanpa perubahan nyata.

Dilansir dari Expert Editor, terdapat 9 kebiasaan yang paling sering diulang oleh orang yang terus mengeluh tentang hidup tetapi jarang berubah.

1. Terlalu Fokus Pada Masalah, Bukan Solusi

Salah satu ciri paling umum adalah kebiasaan memutar ulang masalah di kepala tanpa benar-benar mencari jalan keluar.

Dalam psikologi, pola ini sering disebut sebagai rumination atau perenungan berlebihan. Seseorang terus memikirkan apa yang salah, siapa yang menyakitinya, dan mengapa hidup terasa tidak adil. Namun energi mentalnya habis hanya untuk mengulang cerita yang sama.

Misalnya:

“Kerjaan saya capek banget.”
“Atasan saya toxic.”
“Saya nggak punya kesempatan.”
“Hidup orang lain lebih mudah.”

Kalimat-kalimat ini mungkin benar. Tetapi jika seseorang berhenti hanya pada keluhan dan tidak pernah bertanya:

“Apa langkah kecil yang bisa saya lakukan?”
“Apa yang bisa saya kontrol?”
“Skill apa yang perlu saya pelajari?”

maka hidupnya cenderung tidak bergerak.

Psikologi perilaku menunjukkan bahwa fokus yang terus-menerus pada masalah dapat memperkuat rasa tidak berdaya. Otak akhirnya terbiasa melihat hambatan di mana-mana dan kehilangan kemampuan untuk melihat kemungkinan solusi.

Orang yang berkembang bukan berarti tidak punya masalah. Mereka hanya melatih diri untuk lebih cepat berpindah dari keluhan menuju tindakan.

2. Menunggu Motivasi Sebelum Bertindak

Editor: Novia Tri Astuti
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore