Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 6 Agustus 2025 | 17.36 WIB

9 Pilihan Pola Asuh Milenial Membuat Kakek Nenek Generasi Boomer Terhenyak Tanpa Kata

Ilustrasi nenek bersama cucunya./Freepik - Image

Ilustrasi nenek bersama cucunya./Freepik

JawaPos.com - Jurang generasi antara orang tua milenial dan kakek-nenek boomer sering kali memicu rasa bingung.

Banyak perbedaan dalam cara mereka membesarkan anak. Perbedaan ini membuat kakek-nenek merasa terkejut dan sulit memahami.

Melansir dari Geediting.com Rabu (6/8), ada sembilan pilihan pola asuh yang membuat kakek-nenek tak bisa berkata-kata.

Mereka melihat metode parenting ini sebagai hal baru. Ini menjadi cerminan nilai-nilai yang sangat berbeda antara dua generasi tersebut.

1. Menghormati Otonomi Tubuh Anak

Orang tua milenial mengajarkan bahwa anak-anak punya otonomi tubuh sejak dini. Anak tidak dipaksa memeluk siapa pun jika mereka tidak mau. Mereka diajari bahwa sentuhan harus diberikan secara sukarela.

Kakek-nenek menganggapnya sebagai penolakan dan sikap tidak sopan. Bagi mereka, keluarga berarti punya akses fisik otomatis.

2. Memvalidasi Kemarahan Anak

Orang tua milenial menggunakan kartu emosi untuk mengajarkan anak-anak mengenali perasaan. Mereka memvalidasi amarah sebelum mencoba mengoreksi perilaku anak. Ini adalah cara melatih kecerdasan emosional.

Kakek-nenek yang terbiasa mengirim anak ke kamar saat marah melihatnya sebagai pemanjaan. Mereka tidak mengerti bahwa ini adalah pendekatan berbeda terhadap emosi.

3. Menggunakan Waktu Layar sebagai Alat Bermanfaat

Orang tua milenial memandang waktu layar bukan sebagai musuh. Mereka memanfaatkannya sebagai alat bantu yang edukatif. iPad dapat dipakai untuk aplikasi belajar bahasa Mandarin atau menonton video pendidikan.

Kakek-nenek yang dulu hanya diizinkan menonton TV satu jam di akhir pekan merasa heran. Mereka kesulitan memahami penggunaan layar yang jauh lebih fleksibel.

4. Memisahkan Anak dari Kesalahan

Orang tua milenial mengajarkan anak bahwa mereka tidak buruk, tetapi pilihannya yang buruk. Pendekatan ini bertujuan untuk mengoreksi perilaku tanpa menyerang karakter anak. Fokusnya pada pembelajaran dari sebuah kesalahan.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore