
Ilustrasi pelecehan seksual anak. (Freepik)
JawaPos.com - Meski zaman sudah modern, anak dan perempuan masih dikategorikan sebagai kelompok rentang. Mereka kerap menjadi sasaran korban kekerasan seksual yang terus berulang.
Beberapa waktu lalu, kasus pelecehan seksual dilakukan pemilik panti asuhan di Surabaya berinisial NK, 61 tahun, terhadap anak asuhnya yang masih di bawah umur. Aksi keji ini ia lakukan selama tiga tahun terakhir.
Terbaru, seorang bocah yang masih duduk di kelas 6 SD di Sragen hamil 7 bulan setelah diperkosa ayah tirinya berinisial AT. Ironisnya, ibu korban mengetahui kejadian itu, tetapi tidak bisa berbuat apa-apa.
Berdasarkan data Simfoni PPA (Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak) Kementerian PPPA, terhitung 1 Januari 2025 hingga saat ini (realtime), kasus kekerasan seksual terhadap anak mencapai 62,8 persen.
Dosen Fakultas Psikologi Universitas Airlangga (Unair), Ike Herdiana menilai pelecehan seksual terhadap anak merupakan isu yang serius dan kompleks, karena melibatkan banyak sekali faktor.
"Seperti riwayat trauma kekerasan seksual di masa lampau, lalu kurangnya pendidikan seksual dan lingkungan sosial yang tidak aman juga dapat menjadi pendorong munculnya perilaku tersebut," tutur Ike, Sabtu (21/6).
Tidak hanya anak sebagai korban, Ike juga menyoroti beberapa kasus di mana anak menjadi pelaku pelecehan seksual, seperti kasus yang belakangan ramai, seorang bocah 8 tahun di Bekasi mencabuli empat orang balita.
Dalam hal ini, Ike menyarankan pelaku dan korban untuk mendapat intervensi ahli. Pendampingan psikologis bagi keluarga juga dinilai penting demi tumbuh kembang anak dan terciptanya lingkungan aman dalam waktu lama.
“Kenali tanda-tanda awal pelecehan, awasi interaksi anak dengan orang lain, batasi dan pantau akses teknologi. Jangan langsung menghakimi anak karena mereka akan takut dan berbohong di kemudian hari," tukas Ike.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
