Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 3 Juni 2025 | 23.41 WIB

Orang yang Tumbuh sebagai Anak Tunggal, Biasanya Punya 6 Perilaku Ini Saat Dewasa: Benarkah Mereka Merasa Kesepian?

Ilustrasi anak tunggal.(Pexels.com/ArinaKrasnikova) - Image

Ilustrasi anak tunggal.(Pexels.com/ArinaKrasnikova)

JawaPos.com - Orang yang tumbuh sebagai anak tunggal, selalu paling di sayang karena ia tidak punya saingan dari saudara kandung yang lain.

Orang tua pun pasti merasa harus sangat bertanggung jawab dengan anak semata wayangnya, apalagi saat mereka tua nanti, tidak punya banyak waktu bersama dengannya.

Dikutip dari laman Halodoc pada Senin (02/06), orang tua yang mengasuh anak tunggal, biasanya tidak ingin melakukan kesalahan yang berakibat fata, dan lebih berhati-hati terhadap mereka.

Mungkin kelihatannya seperti mudah, tapi mengasuh anak tunggal itu gampang-gampang susah.

Dilansir dari laman Ge Editing pada Senin (02/06) orang yang tumbuh sebagai anak tunggal, biasanya punya 6 perilaku ini saat dewasa :

1. Kemandirian yang lebih besar

Bukan rahasia lagi bahwa tumbuh dengan saudara kandung sering kali berarti memiliki sistem pendukung bawaan. Tapi apa yang terjadi ketika kamu adalah anak tunggal?

Psikologi menunjukkan bahwa individu yang tumbuh tanpa saudara kandung atau sebagai anak tunggal, sering mengembangkan rasa kemandirian yang kuat. Bukan karena mereka ingin sendirian, tetapi hanya karena memiliki lebih banyak kesempatan untuk mencari tahu sendiri.

2. Tingkat kemandirian yang lebih tinggi

Psikologi menunjukkan bahwa tingkat kemandirian ini umum terjadi di antara mereka yang tumbuh tanpa saudara kandung. Kita belajar di usia muda untuk bergantung pada diri sendiri, dan sifat ini sering mengikuti kita hingga dewasa.

Kita mungkin lebih cenderung untuk mengatasi masalah secara langsung, daripada bergantung pada orang lain. Ini bukan berarti kami tidak menghargai bantuan, tapi menghargainya.

3. Kecenderungan terhadap perfeksionisme

Menurut penelitian, hanya anak-anak yang mungkin lebih mungkin menunjukkan perilaku perfeksionis. Ini bisa berasal dari peningkatan perhatian dan harapan tinggi yang sering diberikan kepada mereka oleh orang tua, karena semua fokus orang tua adalah pada satu anak daripada dibagi di antara saudara kandung.

Perfeksionisme dapat bermanifestasi dengan cara yang berbeda. Itu bisa berupa perhatian yang cermat terhadap detail, dorongan kuat untuk sukses, atau bahkan kecenderungan untuk terlalu banyak berpikir.

Menariknya, sebuah penelitian menemukan bahwa hanya anak-anak yang mendapat nilai lebih tinggi dalam perfeksionisme "berorientasi pada diri sendiri" dibandingkan dengan teman sebaya mereka yang punya saudara kandung.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore