Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 23 Mei 2025 | 22.36 WIB

Hindari 7 Perkataan Ini Sebelum Anda Merusak Kepercayaan Diri Anak Seumur Hidup!

Ilustrasi orang tua mengatakan hal yang menyakitkan pada anak (Dok. Freepik) - Image

Ilustrasi orang tua mengatakan hal yang menyakitkan pada anak (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Mengasuh dan membesarkan seorang anak bukan sebuah hal yang mudah. Setiap orang tua pasti memiliki seninya masing-masing dalam proses merawat anak-anaknya.

Namun, seperti halnya bentuk seni lain, seni mengasuh anak ini rentan terhadap suatu kesalahan, terlebih dari kesalahan dalam berucap. Sering kali orang tua mengucapkan suatu hal yang terlihat tidak berbahaya, tetapi secara tidak langsung bisa merusak kepercayaan diri anak, bahkan seumur hidup.

Dilansir dari Parent from Heart, ada beberapa frasa yang diucapkan orang tua kepada anak-anaknya akan berdampak buruk dalam jangka panjang.

Ini bukan bermaksud untuk menyalahkan atau mempermalukan pihak tertentu, tetapi untuk lebih bisa memahami dan membuat pilihan yang lebih baik untuk kesejahteraan emosional, serta kesehatan mental anak-anak kita.

Dengan mengetahui bagaimana perkataan yang akan menyakiti anak hingga berdampak buruk seumur hidupnya, Anda bisa memilih kata-kata yang sebaiknya diucapkan saat berkomunikasi dengan anak. 

Berikut adalah 7 perkataan yang harus Anda dihindari sebelum merusak kepercayaan diri anak Anda.

1. "Mengapa Kamu Tidak seperti..."

Membandingkan adalah jebakan yang sering kita alami sebagai orang tua. Seperti tidak berbahaya, apalagi jika objek yang dibandingkan adalah antara saudara kandung atau teman sebaya. Namun, hal ini akan menghancurkan rasa percaya diri anak.

Kalimat seperti, "mengapa kamu tidak seperti kakakmu?" atau, "temanmu si A sangat pandai fisika dan kimia, kenapa kamu tidak?" akan membuat anak-anak merasa rendah diri dan stres karena ketidakmampuannya.

Membandingkan kemampuan anak dengan orang lain tidak akan menumbuhkan kemampuan mereka untuk belajar, malah akan membuat anak merasa tertekan karena terjebak dalam ketidakmampuan dan kekurangan yang mereka rasakan.

Sebagai orang tua, penting bagi Anda untuk menghargai apa yang ada pada diri anak dan membantu mereka untuk mengenali kelebihan mereka sendiri. Alih-alih membandingkan mereka dengan orang lain, berusahalah untuk mendorong pertumbuhan anak Anda berdasarkan kapasitas anak Anda, bukan kapasitas orang lain.

2. "Jangan Terlalu Sensitif"

Mengatakan kepada anak untuk tidak terlalu sensitif berarti Anda mengabaikan perasaan mereka, bahkan secara tidak langsung mengajarkan untuk menekan emosi mereka.

Hal ini akan membuat anak Anda merasa apa yang dirasakannya tidaklah penting atau tidak layak untuk didengarkan. Sikap ini justru akan menghalangi anak untuk bersikap jujur dan terbuka terhadap emosi mereka sendiri.

Maka dari itu, mengakui dan menghargai perasaan mereka sangatlah penting. Anda sebagai orang tua perlu membimbing anak Anda untuk memahami dan mengelola perasaannya dengan sehat.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore