
Ciri orang tua dengan parenting buruk pada anak yang tidak bahagia menurut Psikologi
JawaPos.com – Setiap orang tua tentu ingin anak mereka tumbuh dengan bahagia, tetapi tanpa disadari, pola asuh yang diterapkan justru bisa berdampak sebaliknya. Beberapa kebiasaan dalam parenting dapat membuat buah hati merasa tertekan, cemas, atau bahkan kehilangan kepercayaan diri.
Psikologi mengungkap bahwa ada ciri-ciri tertentu dari orang tua yang membesarkan anak dalam lingkungan yang tidak sehat secara emosional, yang akhirnya membuat mereka sulit merasakan kebahagiaan sejati.
Dilansir dari geediting.com pada Selasa (1/4), diterangkan bahwa terdapat tujuh ciri orang tua dengan parenting buruk pada anak yang akhirnya tidak bahagia menurut Psikologi.
1. Kritik berlebihan dalam pengasuhan
Tidak ada manusia yang sempurna, termasuk anak-anak yang masih dalam proses belajar dan berkembang. Sebagai orangtua, seringkali kita terjebak dalam pola memberikan kritik yang berlebihan kepada anak-anak, yang justru dapat merusak kepercayaan diri mereka dalam jangka panjang.
Psikologi modern menunjukkan bahwa anak-anak yang terus-menerus mendapat kritik cenderung tumbuh dengan perasaan tidak pernah cukup baik, yang dapat mengakibatkan rendahnya harga diri hingga dewasa. Yang perlu diingat adalah kritik seharusnya ditujukan pada perilaku yang ingin diperbaiki, bukan pada pribadi anak itu sendiri.
2. Perlindungan yang terlalu ketat
Keinginan untuk melindungi anak dari segala bentuk bahaya dan kesulitan adalah hal yang wajar bagi setiap orangtua, namun perlindungan yang berlebihan justru dapat menghambat perkembangan mental anak.
Ketika orangtua terlalu protektif, mereka secara tidak sadar menghalangi anak untuk mengembangkan ketangguhan dan kemampuan mengatasi masalah sendiri.
Anak-anak yang terlalu dilindungi cenderung menjadi terlalu bergantung pada orangtua dan kurang percaya diri dalam menghadapi tantangan kehidupan. Penting bagi orangtua untuk memberi ruang bagi anak mengalami kegagalan kecil sebagai bagian dari proses pembelajaran.
3. Ketidakhadiran emosional orangtua
Navigasi dunia emosi adalah tantangan besar bagi anak-anak, dan mereka membutuhkan orangtua sebagai pembimbing dalam perjalanan ini. Orangtua yang tidak hadir secara emosional, meskipun secara fisik ada, dapat membuat anak merasa kesepian dan tidak dipahami.
Penelitian psikologi menunjukkan bahwa anak-anak dengan orangtua yang tidak tersedia secara emosional cenderung tumbuh menjadi individu yang lebih fokus memenuhi kebutuhan orang lain daripada kebutuhan diri sendiri. Ketidakhadiran emosional ini dapat menciptakan pola hubungan yang tidak sehat di masa depan
4. Ketiadaan batasan yang jelas
Meskipun mungkin terdengar membatasi, anak-anak sebenarnya berkembang lebih baik dengan adanya batasan yang jelas dalam kehidupan mereka. Batasan memberikan rasa aman dan pemahaman tentang apa yang diharapkan dari mereka dalam berbagai situasi.

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
