Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 7 Maret 2025 | 17.44 WIB

Anak-anak yang Sering Direndahkan oleh Orang Tuanya saat Kecil, Biasanya Mengadopsi 8 Kebiasaan Ini di Kemudian Hari, Apa Saja?

Ilustrasi seorang anak yang direndahkan oleh orang tuanya. (Freepik) - Image

Ilustrasi seorang anak yang direndahkan oleh orang tuanya. (Freepik)

JawaPos.com - Jika Anda tumbuh dengan orangtua yang selalu merendahkan Anda, Anda tahu seberapa besar kata-kata dapat membentuk seseorang. Mungkin kritik yang disamarkan sebagai "cinta yang keras" atau sindiran halus yang membuat Anda meragukan diri sendiri.

Seiring berjalannya waktu, pesan-pesan tersebut meresap, tidak hanya memengaruhi cara Anda memandang diri sendiri tetapi juga cara Anda menjalani hidup. Sebenarnya, pola-pola masa kecil tidak hilang begitu saja saat kita tumbuh dewasa, pola-pola itu muncul dalam kebiasaan-kebiasaan kita, hubungan-hubungan kita, dan bahkan cara kita berbicara kepada diri sendiri.

Beberapa kebiasaan ini mungkin sulit dihilangkan, sementara yang lain mungkin justru membantu kita dengan cara-cara yang tidak terduga.

Dilansir dari geediting.com, berikut adalah delapan kebiasaan umum yang berkembang seseorang setelah tumbuh dengan orangtua yang terus-menerus merendahkan mereka.

1. Mereka terus menerus meragukan diri mereka sendiri

Bila Anda tumbuh dengan orangtua yang selalu merendahkan Anda, mudah bagi Anda untuk mulai meragukan diri sendiri.

Bahkan sebagai orang dewasa, membuat keputusan, baik besar maupun kecil, bisa terasa memberatkan.

Anda mungkin menganalisis setiap pilihan secara berlebihan, khawatir akan membuat keputusan yang salah, atau terus-menerus mencari kepastian dari orang lain.

2. Mereka meminta maaf bahkan ketika mereka tidak melakukan kesalahan apa pun

Untuk waktu yang lama, orang-orang ini mungki mengucapkan maaf untuk segalanya. Bagi mereka, meminta maaf menjadi cara saya menghindari konflik, menjaga kedamaian.

3. Mereka kesulitan menerima pujian

Bila Anda tumbuh besar dengan lebih banyak mendengar kritikan daripada pujian, pujian bisa terasa tidak wajar.

Alih-alih menerima kata-kata yang baik, Anda mungkin mengabaikannya, meremehkan pencapaian Anda, atau berasumsi orang lain tidak benar-benar bersungguh-sungguh.

Pujian bahkan dapat membuat Anda tidak nyaman, seperti ada semacam kekurangan yang tidak Anda lihat.

4. Mereka merasa bertanggung jawab atas emosi orang lain

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore