Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 21 Agustus 2026 | 20.58 WIB

Kemenko Perekonomian Ungkap Syarat Molinas, Salah Satunya Harga Harus Terjangkau

Presiden Prabowo Subianto meninjau proses produksi motor listrik di Fasilitas Produksi ALVA, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada 13 Agustus 2026. Presiden meluncurkan Motor Listrik Nasional (MoLiNas) beserta ekosistem pendukungnya di Fasilitas Produksi ALVA. (ANTARA/BPMI Setpres-Muchlis Jr) - Image

Presiden Prabowo Subianto meninjau proses produksi motor listrik di Fasilitas Produksi ALVA, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada 13 Agustus 2026. Presiden meluncurkan Motor Listrik Nasional (MoLiNas) beserta ekosistem pendukungnya di Fasilitas Produksi ALVA. (ANTARA/BPMI Setpres-Muchlis Jr)



JawaPos.com - Pemerintah mulai mengarahkan pengembangan motor listrik nasional dengan standar yang mencakup aspek komponen, teknologi, baterai, hingga harga.

Kebijakan tersebut disiapkan untuk membangun industri kendaraan listrik yang memiliki rantai pasok kuat di dalam negeri.

Asisten Deputi Pengembangan Industri Kemenko Perekonomian Atong Soekirman mengatakan, terdapat empat kriteria yang harus dipenuhi sebuah produk agar masuk kategori Motor Listrik Nasional (Molinas). “Ada empat syarat utama,” kata Atong, seperti dilansir dari Antara.

Kriteria pertama berkaitan dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN). Motor yang masuk kategori Molinas wajib memiliki TKDN di atas 60 persen.

Kandungan lokal tersebut mencakup sejumlah komponen utama seperti power train, frame/structure, plastik, dan body panel. “Kemudian desain dan rekayasanya dikembangkan di dalam negeri,” ujar Atong.

Syarat ketiga adalah penggunaan baterai berbasis nikel. Ketentuan ini berkaitan dengan pengembangan hilirisasi industri mineral di Indonesia sekaligus mendorong pemanfaatan sumber daya dalam negeri untuk rantai pasok kendaraan listrik.

Kriteria terakhir menyangkut harga. Motor listrik nasional harus memiliki banderol yang terjangkau dan sesuai dengan kebutuhan pasar domestik. “Yang keempat, harganya harus terjangkau,” kata Atong.

Menurut Atong, program Molinas diarahkan untuk membangun kemampuan industri nasional dari hulu hingga hilir. Pengembangan tersebut mencakup desain, engineering, manufaktur, teknologi, serta rantai pasok. “Fokusnya membangun kemampuan desain, engineering, manufaktur, teknologi dan supply chain dalam negeri,” ucapnya.

Peluang pasar motor listrik nasional juga dinilai masih sangat besar. Populasi sepeda motor konvensional di Indonesia telah mencapai 145,25 juta unit.

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore