
Ilustrasi aktivitas pertambangan nikel di kawasan Pulau Obi, Halmahera Selatan. (ANTARA/Abdul Fatah)
JawaPos.com - Indonesia memiliki modal besar untuk mengembangkan industri baterai kendaraan listrik karena memiliki cadangan nikel yang melimpah.
Komoditas tersebut menjadi salah satu bahan utama baterai lithium-ion berbasis nikel seperti Nickel Manganese Cobalt (NMC), yang masih digunakan pada kendaraan listrik dengan kebutuhan densitas energi tinggi.
Namun, perkembangan teknologi baterai global mulai mengubah peta industri. Baterai Lithium Ferro Phosphate (LFP) yang tidak menggunakan nikel kini semakin banyak digunakan, terutama pada kendaraan listrik produksi Tiongkok.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai masa depan industri nikel Indonesia dan strategi yang perlu disiapkan agar kekayaan sumber daya tersebut dapat menghasilkan nilai tambah lebih besar.
Chief Executive Officer Institute for Essential Services Reform (IESR), Fabby Tumiwa menilai pergeseran menuju LFP tidak serta-merta menjadi ancaman besar bagi industri nikel Indonesia. Menurutnya, penggunaan nikel tidak hanya berkaitan dengan industri baterai kendaraan listrik, tetapi juga kebutuhan industri besi dan baja.
"Ya, yang pertama saya ingin jelaskan bahwa nikel itu tidak hanya untuk baterai kendaraan listrik. Nikel itu kan bisa diproduksi dengan dua kelas; kelas 1 atau kelas 2. Yang kelas 1 itu digunakan untuk baterai, yang kelas 2 itu untuk iron and steel, ya besi baja,” kata Fabby kepada JawaPos.com.
Fabby mengatakan sebagian besar produksi nikel Indonesia saat ini justru masih digunakan untuk kebutuhan besi dan baja. Karena itu, perubahan teknologi baterai tidak secara langsung membuat permintaan terhadap nikel Indonesia hilang.
"Malah kalau kita lihat dari produksi nikel Indonesia saat ini, kira-kira hampir tiga perempat ya, lebih dari tiga perempat nikel kita itu untuk besi dan baja, bukan untuk baterai sebenarnya. Jadi masih yang terbesar itu untuk besi baja. Jadi untuk urusan nikelnya sendiri, menurut saya kita enggak terlalu khawatir gitu ya kalau misalnya untuk baterai,” ungkapnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fulham vs Hull City: The Tigers Berpeluang Menang Tipis di Craven Cottage
Prediksi Skor Garudayaksa vs Arema FC: Produktivitas Singo Edan Jadi Ancaman Bagi Tuan Rumah
Prediksi Skor Lille vs Brest di Liga Prancis: Verdonk Starter, Les Dogues Berjaya di Pierre Mauroy
Prediksi Susunan Pemain Real Betis vs Barcelona: Yamal dan Adeyemi Jadi Andalan
Prediksi Skor Hamburger SV vs Stuttgart: Die Roten Siap Pesta Gol di Volksparkstadion
Prediksi Skor Espanyol vs Atletico Madrid di Liga Spanyol: Los Rojiblancos Pertahankan Laju Positif
Prediksi Skor PSGC Ciamis vs PSIS Semarang di Pegadaian Championship: Tuan Rumah Hadapi Ujian Berat
Prediksi Susunan Pemain AS Roma vs Genoa: Santiago Castro Siap Jadi Andalan
Prediksi Skor Semen Padang vs PSMS di Championship: Kabau Sirah Bidik Kemenangan Kandang Perdana
Prediksi RANS Nusantara vs Persela Lamongan: Laskar Joko Tingkir Berburu Kemenangan di Malang

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022