
BAW D5 di GIIAS 2026. (Dok. BAW)
JawaPos.com - Beijing Automobile Works (BAW) resmi memasuki pasar Indonesia dengan memanfaatkan ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 sebagai panggung debutnya.
Produsen otomotif asal Tiongkok tersebut memperkenalkan lima model kendaraan sekaligus mengumumkan pembentukan PT BAW Automobile Trading Indonesia.
Bersamaan dengan itu, BAW juga mengungkap rencana melakukan perakitan kendaraan secara knock-down (KD) di Indonesia guna mendukung lokalisasi dan meningkatkan efisiensi rantai pasok.
Keputusan BAW masuk ke Indonesia sejalan dengan pertumbuhan pasar kendaraan listrik yang terus meningkat. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan battery electric vehicle (BEV) secara wholesale pada April 2026 mencapai 14.815 unit atau naik sekitar 40 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan tersebut turut mendorong pangsa pasar BEV menjadi 18,34 persen dari total penjualan mobil nasional.
Presiden Direktur BAW Automobile Trading Indonesia, Tocy Tang, menjelaskan bahwa Indonesia adalah pasar kunci dan gerbang menuju industri otomotif setir kanan di Asia Tenggara. Dengan pengalaman selama 75 tahun, pihaknya sangat percaya diri untuk memperkenalkan jajaran produk terbaru di ajang GIIAS 2026 sebagai cerminan komitmen jangka panjang kami terhadap pasar Indonesia.
“Melalui PT BAW Automobile Trading Indonesia, kami juga akan melakukan perakitan lokal knock down (KD), pengembangan jaringan penjualan dan purna jual yang komprehensif dengan tujuan untuk menyediakan solusi mobilitas yang andal, cerdas, dan terjangkau, sekaligus sebagai bentuk dukungan terhadap industry otomotif Indonesia," kata Tocy.
Pada pameran ini, BAW turut memperkenalkan T10 Pro, pikap listrik yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan kendaraan niaga. Model tersebut menyasar berbagai sektor usaha, mulai dari UMKM, logistik, jasa kurir, hingga angkutan barang. Dengan penggerak listrik, T10 Pro diklaim menawarkan biaya operasional yang lebih efisien dibandingkan kendaraan niaga konvensional, sekaligus mendukung distribusi barang tanpa emisi, terutama di kawasan perkotaan dan rute jarak pendek.
Prospek pasar kendaraan niaga di Indonesia juga dinilai masih menjanjikan. Berdasarkan proyeksi Mordor Intelligence, nilai pasar kendaraan niaga nasional diperkirakan meningkat dari sekitar USD 11,32 miliar pada 2025 menjadi USD 14,43 miliar pada 2030, dengan tingkat pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) sebesar 4,97 persen.
Segmen light commercial vehicle (LCV) diproyeksikan tetap menjadi kontributor terbesar dengan pangsa sekitar 44,8 persen dan mencatat pertumbuhan tercepat hingga 6,2 persen CAGR selama periode tersebut.

Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Port FC di Piala Presiden 2026: Green Force Bisa Sapu Bersih Laga!
Update Kondisi Alex Martins! Dibawa ke Rumah Sakit, Pelatih Persebaya Surabaya Tunggu Kabar Terbaru
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Voli Indonesia Berduka, Mantan Pemain Jakarta Pertamina Enduro Meninggal Dunia
Prediksi Skor Persija Jakarta vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Jaga Asa ke Semifinal!
Jadwal Aston Villa vs Indonesia All Stars: Jam Kick-off, Siaran Langsung, dan Daftar Skuad
Hasil Babak Pertama Persebaya vs Port FC: Miguel Pereira Cetak Gol Perdana, Skor Masih 1-1
Prediksi Persebaya Surabaya vs Port FC: Bruno Moreira Dikabarkan Cedera, Bernardo Tavares Buka Peluang Rotasi Pemain
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
