
Logo Nissan dan Honda.
JawaPos.com – Honda Motor Co. dan Nissan Motor Co. sepakat mengembangkan sistem operasi (operating system/OS) bersama yang akan menjadi "otak" kendaraan generasi berikutnya. Sistem tersebut akan dibangun dengan mengembangkan OS milik Nissan sebagai fondasinya.
Seperti dilansir Kyodo, Senin (27/7), keputusan tersebut menjadi bagian penting dari upaya standardisasi teknologi kedua perusahaan. Langkah itu diambil setelah pengembangan sistem menunjukkan kemajuan dan diharapkan dapat mempercepat lahirnya kendaraan generasi baru yang lebih kompetitif.
Kolaborasi tersebut juga bertujuan memperkuat daya saing Honda dan Nissan menghadapi dominasi produsen otomotif global, termasuk Tesla dari Amerika Serikat dan sejumlah perusahaan otomotif asal Tiongkok. Persaingan di segmen kendaraan generasi baru kini semakin ketat.
Selain sistem operasi, Honda dan Nissan juga berencana menggunakan bersama electronic control unit (ECU) atau unit kendali elektronik. Perangkat ini berfungsi mengendalikan berbagai sistem kendaraan berdasarkan instruksi dari sistem operasi utama.
Menurut sumber yang mengetahui pembahasan tersebut, kedua perusahaan diperkirakan mencapai kesepakatan resmi paling cepat pada Agustus. Kesepakatan itu akan menjadi tonggak baru dalam kerja sama strategis kedua produsen otomotif Jepang.
Sebelumnya, Honda dan Nissan juga sempat mempertimbangkan rencana agar Nissan memproduksi kendaraan Honda di Amerika Serikat. Namun, kedua perusahaan kini memilih memprioritaskan pengembangan kendaraan generasi berikutnya karena dinilai jauh lebih penting bagi masa depan bisnis mereka.
Kendaraan generasi baru yang tengah dikembangkan dikenal sebagai software-defined vehicle. Mobil jenis ini memungkinkan perangkat lunaknya diperbarui melalui internet sehingga berbagai fitur baru, termasuk kemampuan mengemudi otonom, dapat ditambahkan tanpa harus mengganti perangkat keras kendaraan.
Selama ini, Honda dan Nissan memiliki sistem operasi masing-masing. Upaya menyatukan OS sempat mengalami hambatan karena masing-masing perusahaan khawatir sulit mengembalikan biaya riset dan pengembangan yang telah dikeluarkan.
Namun, kedua perusahaan akhirnya menilai manfaat standardisasi lebih besar dibandingkan risikonya. Produksi dalam skala yang lebih besar serta efisiensi biaya diyakini akan menghasilkan kendaraan berbasis perangkat lunak yang lebih kompetitif di pasar global.
Kerja sama ini juga diharapkan mempercepat inovasi teknologi sekaligus menekan biaya pengembangan kendaraan masa depan. Pengembangan mobil berbasis perangkat lunak membutuhkan investasi yang sangat besar sehingga kolaborasi dinilai menjadi solusi yang lebih efektif.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Celtic vs Ferencvaros di Liga Europa: Kans The Hoops Permalukan Lawan di Celtic Park
Prediksi Skor Malaga vs Villarreal di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Siap Bombardir Tuan Rumah
Prediksi Skor Lillestrom vs Torreense di Liga Europa: Kans Kanarifuglene Menang di Arasen Stadion
Prediksi Skor Real Betis vs Getafe di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Siap Sikat Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Besiktas vs Marseille di Liga Europa: Kara Kartallar Cabik-cabik Tim Tamu di Tupras
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Prediksi Skor Viktoria Plzen vs Union SG di Liga Europa: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Susunan Pemain Manchester City vs Norwich: Maresca Rotasi Skuad
Prediksi Skor Levski Sofia vs Red Bull Salzburg di Liga Europa: Misi Die Roten Bullen Curi Poin
Prediksi Skor Real Sociedad vs Bournemouth di Liga Europa: Txuri-urdin Bakal Kesulitan Redam Lawan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022