Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 24 Juli 2026 | 23.20 WIB

Awas, Menunda Ganti Oli Belum Tentu Menghemat Bisa Berujung Boncos

Mekanik sedang melakukan penggantian oli. (Istimewa) - Image

Mekanik sedang melakukan penggantian oli. (Istimewa)

JawaPos.com - Menunda penggantian oli mungkin terlihat sebagai cara mudah menghemat biaya perawatan kendaraan. Namun, kebiasaan tersebut justru dapat memicu kerusakan mesin dan membuat biaya perbaikan membengkak.

Hal ini terutama saat musim kemarau yang diprediksi lebih panjang dan bersuhu tinggi pada 2026. Kondisi cuaca panas membuat temperatur kerja mesin meningkat sehingga kualitas oli lebih cepat menurun.

Faktanya tak sedikit pemilik kendaraan mengaku mulai menunda penggantian oli. Namun, pilihan yang terlihat lebih hemat ini justru dapat memicu kerusakan mesin dan mengakibatkan biaya perbaikan yang jauh lebih besar, terutama di tengah musim kemarau.

Berdasarkan prediksi BMKG, musim kemarau 2026 diperkirakan akan lebih kering dan lebih panjang, dengan puncak pada Juli hingga September. Beberapa daerah bahkan diprediksi akan melampaui 35 derajat. 

“Suhu lingkungan yang tinggi membuat temperatur kerja mesin ikut meningkat. Akibatnya, oli lebih cepat teroksidasi sehingga kemampuan melumasi dan melindungi komponen mesin menurun. Jika tetap digunakan melewati masa pakainya, risiko keausan komponen meningkat,” jelas Senior Analyst PCO & Specialties PT Pertamina Lubricants, Mulianto, kepada awak media Jumat (24/7) di Jakarta.

Jebakan Angka Kilometer 

Banyak pengguna kendaraan masih menjadikan jarak tempuh sebagai satu-satunya patokan jadwal mengganti oli. Padahal, kendaraan yang sering digunakan dalam kondisi macet atau kondisi stop-and-go membuat  membuat mesin bekerja pada temperatur yang lebih tinggi, sehingga oli mengalami penurunan kualitas lebih cepat. 

Oleh karena itu, selain mempertimbangkan jarak tempuh kilometer, penting juga memperhatikan pola penggunaan kendaraan, kondisi pemakaian, serta lama pemakaian kendaraan agar perlindungan mesin tetap optimal.

Tips Menghemat Tanpa Mengorbankan Mesin 

Tetap hemat bukan berarti menunda penggantian oli.  Beberapa langkah berikut dapat membantu menekan biaya tanpa mengorbankan kesehatan mesin.

  1. Hindari sering menggeber kendaraan di RPM tinggi - Kebiasaan memacu kendaraan di putaran tinggi membuat mesin bekerja dalam tekanan dan suhu yang jauh lebih besar. Dalam kondisi ini, oli harus melumasi lebih cepat untuk menjaga suhu mesin. 
  2. Kebiasaan ini dapat memperpendek umur oli karena oli mengalami  proses oksidasi dan penguapan yang lebih cepat, sekaligus menurunkan viskositas sebelum waktunya. 
  3. Gunakan oli full-synthetic – Oli sintetis umumnya lebih tahan terhadap temperatur tinggi dan oksidasi sehingga performanya lebih stabil, terutama saat digunakan dalam cuaca panas. Beberapa contoh oli sintetis adalah Pertamina Enduro Matic Full Synthetic (10W-30) untuk motor matik harian, atau Enduro Matic V (10W-40) untuk big matic seperti NMAX, Aerox, dan PCX 160.

Berhemat adalah langkah yang bijak, tetapi menunda ganti oli bukanlah bentuk penghematan yang tepat. Mengganti oli sesuai jadwal tetap menjadi cara paling sederhana dan paling ekonomis untuk menjaga performa, efisiensi, dan umur pakai mesin kendaraan.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore