
Ilustrasi fasilitas charging mobil listrik Wuling. (Istimewa)
JawaPos.com - Adopsi kendaraan listrik di kalangan perusahaan semakin menunjukkan perkembangan positif. Tren ini terlihat setidaknya dalam beberapa tahun terakhir dengan banyak perusahaan besar yang sudah menggunakan mobil listrik sebagai armada operasional mereka.
Terbaru, MPMRent menambah puluhan mobil listrik ke dalam armada operasional sebagai bagian dari upaya memperluas layanan transportasi ramah lingkungan untuk pelanggan korporasi. Langkah tersebut menjadi sinyal bahwa kendaraan listrik mulai mendapat tempat yang lebih besar di segmen armada perusahaan, sebuah pasar yang dinilai berpotensi mempercepat pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik nasional.
Selain mendukung target pengurangan emisi, perusahaan juga mulai melihat kendaraan listrik sebagai solusi untuk meningkatkan efisiensi operasional jangka panjang. MPMRent menilai kebutuhan pelanggan terhadap layanan mobilitas berkelanjutan terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Tidak sedikit perusahaan yang kini memasukkan aspek Environmental, Social, and Governance (ESG) sebagai bagian dari strategi bisnis dan operasional mereka. Termasuk dalam pemilihan moda transportasi.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, MPMRent menambah 50 unit kendaraan listrik ke dalam portofolio armadanya. CEO MPMRent Chua Zi Yong mengatakan langkah ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan solusi mobilitas yang lebih berkelanjutan bagi pelanggan korporasi.
"Kami bangga menjadikan Wuling New BinguoEV Lite sebagai bagian dari armada kami. Kerja sama ini memperkuat komitmen MPMRent dalam menyediakan solusi mobilitas yang berkelanjutan bagi pelanggan. Ini adalah langkah awal dari perjalanan panjang kami bersama Wuling untuk membawa Indonesia menuju masa depan transportasi yang lebih hijau," kata Chua Zi Yong.
Bagi industri otomotif, meningkatnya penggunaan kendaraan listrik oleh perusahaan dinilai menjadi perkembangan penting. Selama ini perhatian publik lebih banyak tertuju pada penjualan kendaraan listrik ke konsumen individu.
Padahal, segmen fleet memiliki potensi besar karena penggunaan kendaraan yang lebih intensif dan kebutuhan armada dalam jumlah besar.
Kendaraan listrik yang dipilih dinilai memiliki karakteristik yang sesuai untuk kebutuhan operasional korporasi. Mulai dari efisiensi penggunaan energi, kapasitas kabin dan bagasi yang memadai, hingga kemampuan pengisian daya cepat yang dapat mendukung produktivitas harian.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Ferry Juliantono Rencanakan Penyaluran Gaji PNS dan Pensiun lewat Koperasi
Prediksi Skor Kazakhstan vs Kepulauan Faroe: Duel Tim Papan Bawah Sulit Diprediksi
Prediksi Skor Skotlandia vs Slovenia di UEFA Nations League: Duel Sengit Rawan Imbang
Prediksi Skor Rusia vs Nigeria: Tuan Rumah On Fire, Super Eagles Kehilangan Banyak Pemain
Prediksi Skor Buriram vs Borneo di ASEAN Club Championship: Thunder Castle Menang Tipis
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Skor Belarusia vs Finlandia di UEFA Nations League: Huuhkajat Menang Tipis di Budapest
Alasan Ole Romeny Selebrasi Bawa Jersey Marselino saat Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026
Prediksi Skor Luksemburg vs Bulgaria di UEFA Nations League: The Lions Jemawa Bisa Curi Poin

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022