Logo JawaPos
Author avatar - Image
09 Maret 2026, 21.56 WIB

5 Kesalahan Fatal Saat Memakai Roof Box yang Sering Dilakukan Pemudik

Ilustrasi Mobil dengan roof box. (Car-Bags) - Image

Ilustrasi Mobil dengan roof box. (Car-Bags)

JawaPos.com - Penggunaan roof box di mobil semakin populer menjelang musim mudik Lebaran. Aksesoris ini menjadi solusi praktis untuk menambah ruang penyimpanan tanpa membuat kabin mobil penuh dengan barang.

Namun, masih banyak pengemudi yang salah menggunakan roof box. Kesalahan kecil bisa berdampak besar, mulai dari mobil terasa limbung, konsumsi bahan bakar meningkat, hingga risiko kecelakaan saat perjalanan jauh.

Agar perjalanan mudik tetap aman dan nyaman, berikut 5 kesalahan fatal saat memakai roof box yang sering dilakukan pemudik.

1. Mengisi Roof Box Terlalu Berat
Kesalahan paling sering dilakukan adalah mengisi roof box melebihi kapasitas beban. Sebagian besar roof box hanya dirancang menahan beban sekitar 50–75 kilogram.

Jika diisi terlalu berat, hal ini bisa menyebabkan: Titik gravitasi mobil berubah, Mobil lebih mudah oleng saat menikung, Suspensi bekerja lebih berat. 

Sebaiknya gunakan roof box hanya untuk barang ringan seperti koper pakaian, tas travel, atau perlengkapan bayi.

2. Susunan Barang Tidak Seimbang
Banyak pemudik asal memasukkan barang ke dalam roof box tanpa memperhatikan posisi dan keseimbangan. Jika barang berat berada di satu sisi saja, mobil bisa terasa tidak stabil terutama saat: Berbelok, Melakukan manuver mendadaK, melaju di jalan tol dengan kecepatan tinggi. Idealnya, barang paling berat diletakkan di bagian tengah dan barang ringan di bagian sisi.

3. Tidak Mengecek Pengunci Roof Box
Kesalahan berikutnya yang sering terjadi adalah tidak memastikan roof box terkunci dengan benar sebelum berangkat.Padahal, saat mobil melaju di kecepatan tinggi, tekanan angin di atap mobil sangat besar.

Jika pengunci tidak rapat, tutup roof box bisa terbuka bahkan terlepas.
Sebelum perjalanan jauh, selalu pastikan: Pengunci terkunci sempurna, Tutup tidak longgar dan dudukan ke cross bar terpasang kuat.

4. Lupa Tinggi Mobil Bertambah
Memasang roof box otomatis membuat tinggi mobil bertambah sekitar 30–40 cm. Banyak pengemudi lupa dengan perubahan ini sehingga roof box bisa terbentur saat: masuk parkiran basement, melewati portal pembatas tinggi dan masuk garasi rumah. 

Kasus roof box rusak akibat menghantam portal parkir cukup sering terjadi, terutama di pusat perbelanjaan atau rest area.

5. Mengemudi Terlalu Cepat
Kesalahan terakhir adalah tetap berkendara dengan kecepatan tinggi seperti biasa. Roof box mempengaruhi aerodinamika mobil.

Hambatan angin menjadi lebih besar sehingga mobil bisa terasa: Lebih limbung, Lebih sensitif terhadap angin samping dan konsumsi BBM meningkat.

Karena itu disarankan menjaga kecepatan di kisaran 80–100 km/jam saat menggunakan roof box.

Gunakan Roof Box dengan Bijak Saat Mudik

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore