
Pilihan skuter matic berkarakter antara Honda Scoopy dan Yamaha Fazzio.
JawaPos.com - Motor skutik 125 cc masih menjadi pilihan favorit masyarakat Indonesia karena terkenal praktis, nyaman, dan hemat bahan bakar. Di tengah harga BBM yang terus menjadi perhatian, banyak konsumen mencari motor paling irit untuk penggunaan harian.
Beberapa pabrikan seperti Honda, Yamaha, dan Suzuki Motor menghadirkan skutik 125 cc dengan teknologi mesin modern yang mampu menghasilkan konsumsi BBM sangat efisien. Klaim konsumsi BBM berdasarkan pengujian internal pabrikan, namun hal ini pastinya tidak sama dengan kondisi jalan yang sebenarnya.
Akan tetapi biasanya tidak terlalu jauh perbedaannya, bila perbedaan jauh biasanya dikarenakan cara berkendara atau beban yang diangkut. Namun tenaga yang dihasilkan tidak ada perubahan sesuai apa yang diatas kertas data pabrikan.
1. Honda Vario 125
Honda Vario 125 menjadi salah satu skutik paling populer di Indonesia karena dikenal irit dan bertenaga. Dibekali dengan spesifikasi utama untuk mesin berkapasitas 124,8 cc eSP mampu memberikan tenaga: sekitar 11 hp.
Konsumsi BBM sekitar 51 km/liter dengan kapasitas tangki: 5,5 liter. Dengan dibekali teknologi eSP (enhanced Smart Power) membuat mesin lebih efisien dan minim gesekan, sehingga konsumsi bahan bakarnya tetap hemat meski dipakai harian di perkotaan.
2. Yamaha Lexi 125
Yamaha Lexi 125 hadir dengan konsep maxi scooter yang nyaman untuk perjalanan jarak menengah. Dibekali dengan spesifikasi utama dengan menggunakan mesin: 124,7 cc Blue Core berteknologi VVA (Variable Valve Actuation) yang mampu menggelontorkan tenaga: sekitar 11,7 hp.
Konsumsi BBM: sekitar 45–50 km/liter, meski memiliki bodi cukup besar, Lexi tetap tergolong irit berkat teknologi Blue Core yang meningkatkan efisiensi pembakaran.
3. Suzuki Burgman Street 125EX
Suzuki Burgman Street 125EX menjadi salah satu skutik 125 cc paling irit yang tersedia di Indonesia saat ini. Dibekali dengan spesifikasi utama dengan mesin berkapasitas 124 cc berteknologi Suzuki Eco Performance (SEP).
Tenaga yang dihasilkan sekitar 8,4 hp dan konsumsi BBM: hingga 55–58 km/liter. Burgman terkenal sangat hemat bahan bakar karena mesin dirancang untuk efisiensi maksimal.
4. Honda Scoopy 125
Honda Scoopy juga masuk dalam daftar skutik paling irit dengan dibekali spesifikasi utama yaitu dengan mesin: 110 cc eSP. Konsumsi BBM sekitar 59 km/liter, meskipun kapasitas mesinnya sedikit lebih kecil, Scoopy terkenal sebagai salah satu motor paling hemat bahan bakar di Indonesia.
5. Yamaha FreeGo 125
Yamaha FreeGo 125 menjadi pilihan menarik karena memiliki bagasi besar dan fitur modern. Dibekali dengan spesifikasi utama memakai mesin: 125 cc Blue Core dan mampu menggelontorkan tenaga: sekitar 9,5 hp.
Konsumsi BBM skutik ini sekitar 47 km/liter dan juga memiliki keunggulan pada kapasitas bagasi luas dan pengisian bensin di depan.
Mana yang Cocok Buat Anda?
Jika mencari motor 125 cc paling irit di Indonesia, pilihan terbaik saat ini adalah:
Motor-motor tersebut cocok untuk penggunaan harian, perjalanan kerja, hingga aktivitas jarak menengah dengan biaya operasional yang rendah.

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Ekuador vs Curacao: Alan Franco Sudah Lupakan Kekalahan di Laga Perdana
