Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 18 Februari 2026 | 21.30 WIB

Ganti Aki Baru Tapi Mobil Tetap Susah Distarter? Jangan Panik, Cek 7 Bagian Ini Dulu!

Ilustrasi: Mengecek aki mobil. (Astra Otoshop) - Image

Ilustrasi: Mengecek aki mobil. (Astra Otoshop)

JawaPos.com - Sudah keluar uang untuk ganti aki baru, tapi mobil tetap susah distarter? Situasi ini tentu bikin kesal, apalagi kalau kamu sedang buru-buru berangkat kerja atau ada janji penting. Banyak orang mengira setelah aki diganti, masalah pasti langsung selesai. Padahal, belum tentu sumber masalahnya ada di aki.

Mobil yang sulit distarter bisa dipicu oleh berbagai komponen lain yang saling berkaitan dalam sistem kelistrikan dan pembakaran. Supaya kamu tidak salah langkah dan mengeluarkan biaya tambahan yang tidak perlu, coba cek 7 bagian penting berikut ini seperti dirangkum dari laman Ibid Astra!

1. Salah Pilih Aki

Saat ganti aki, kamu harus memastikan kapasitas dan voltasenya sesuai dengan spesifikasi mobil. Kalau kamu memilih aki dengan kapasitas lebih kecil atau CCA (Cold Cranking Ampere) lebih rendah dari standar, mobil tetap bisa susah distarter meskipun aki masih baru.

CCA sendiri berpengaruh pada kemampuan aki menyuplai arus besar saat pertama kali mesin dinyalakan, terutama di kondisi dingin. Selain itu, hindari menggunakan aki rekondisi yang kualitasnya belum tentu terjamin. Pastikan spesifikasi aki baru benar-benar sama atau direkomendasikan oleh pabrikan mobil kamu.

2. Dinamo Starter Rusak

Kalau saat kamu memutar kunci terdengar bunyi “tek-tek” tapi mesin tidak menyala, bisa jadi masalahnya ada pada dinamo starter. Komponen ini bertugas mengalirkan listrik pertama kali untuk memutar mesin.

Kerusakan biasanya terjadi pada solenoid, carbon brush yang habis atau terbakar, hingga switch yang bermasalah. Jika dinamo starter sudah aus atau rusak, aki baru sekalipun tidak akan membantu banyak. Solusinya, komponen ini perlu diperbaiki atau diganti.

3. Alternator Bermasalah

Alternator atau dinamo ampere berfungsi mengisi ulang aki saat mesin menyala. Jika komponen ini bermasalah, aki baru bisa cepat soak karena tidak mendapat suplai pengisian yang optimal.

Kerusakan alternator bisa terjadi akibat stator terbakar, dioda rectifier rusak, atau bearing aus. Selain itu, kebiasaan memasang aksesori listrik berlebihan seperti audio tambahan atau lampu modifikasi juga bisa membebani sistem kelistrikan. Kalau alternator bermasalah, mobil akan kembali susah distarter dalam waktu singkat.

4. Busi Sudah Lemah atau Kotor

Mobil usia 2-3 tahun yang mulai sulit distarter juga bisa disebabkan oleh busi yang sudah melemah. Busi berperan menghasilkan percikan api di ruang pembakaran. Kalau percikan tidak optimal, mesin akan sulit menyala.

Idealnya, busi diganti setiap 2-3 tahun atau setelah menempuh jarak sekitar 45.000–50.000 km. Selain aus, busi juga bisa kotor akibat penumpukan karbon. Kamu bisa membersihkannya dengan carbon cleaner, tetapi jika kondisinya sudah parah, sebaiknya langsung diganti agar pembakaran kembali maksimal.

5. Koil Rusak

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore