
Ilustrasi motor yang menggunakan knalpot racing. (Freepik)
JawaPos.com - Penggunaan knalpot racing sering jadi pilihan banyak pengendara motor yang ingin tampilan lebih sporty sekaligus suara mesin terdengar gahar.
Namun di balik sensasi tersebut, masih banyak pengendara yang belum memahami bahwa tidak semua knalpot racing otomatis melanggar aturan lalu lintas.
Faktanya, knalpot racing tetap bisa digunakan secara legal di jalan raya selama memenuhi sejumlah ketentuan teknis yang telah ditetapkan.
Dengan memahami ciri-ciri knalpot racing yang sesuai regulasi, kamu bisa tetap menikmati performa motor tanpa harus khawatir terkena tilang atau mengganggu pengguna jalan lain.
Berikut Ciri-ciri knalpot racing yang legal, seperti dirangkum dari laman Suzuki Indonesia
Knalpot racing yang legal tidak menghasilkan suara berlebihan. Meski terdengar lebih nyaring dibanding knalpot standar, volumenya tetap berada dalam ambang batas kebisingan yang diatur dalam regulasi lalu lintas.
Dengan suara yang terkendali, knalpot tidak mengganggu kenyamanan pengendara lain maupun masyarakat sekitar.
Salah satu ciri paling penting adalah adanya peredam suara atau dB killer. Komponen ini berfungsi untuk menekan intensitas bunyi agar tetap sesuai standar.
Knalpot racing yang bisa dilepas pasang dB killer-nya tetap dianggap legal selama digunakan dalam kondisi terpasang saat berkendara di jalan umum.
Knalpot racing yang legal dirancang dengan memperhatikan faktor keselamatan. Mulai dari material yang digunakan, posisi pemasangan, hingga ketahanan terhadap panas, semuanya harus sesuai standar teknis.
Desain knalpot tidak boleh menimbulkan risiko cedera, baik bagi kamu sebagai pengendara maupun pengguna jalan lainnya.
Pemasangan knalpot racing harus dilakukan secara rapi dan presisi tanpa memodifikasi rangka atau komponen utama kendaraan.
Perubahan struktur motor dapat memengaruhi kestabilan dan keselamatan berkendara, sehingga knalpot yang legal harus bisa dipasang tanpa mengorbankan aspek tersebut.
Knalpot racing yang legal tidak menghilangkan fungsi komponen penting lain, seperti sensor atau sistem pembuangan gas yang berpengaruh pada mesin.
Selain itu, performa mesin tetap harus seimbang dan nyaman untuk penggunaan sehari-hari, bukan hanya untuk mengejar suara atau tampilan semata.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Ferry Juliantono Rencanakan Penyaluran Gaji PNS dan Pensiun lewat Koperasi
Prediksi Skor Buriram vs Borneo di ASEAN Club Championship: Thunder Castle Menang Tipis
Pengurus NU Laporkan Dugaan Politik Uang Muktamar ke KPK, Uang Rp 40 Juta Dikembalikan
Prediksi Skor Kuching City vs Tampines di ASEAN Club Championship: The Cats Unggul Tipis
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Didik J Rachbini: Putusan MK Ungkap Kebohongan Gibran dan Jokowi
Jokowi Temui Prabowo saat Sidang Putusan Gibran, Ajudan Ungkap Isi Pertemuan
Prediksi Skor Meksiko vs Cile: El Tri Bakal Bangkit, La Roja Akhiri Tren Buruk
Gibran Terbukti Tak Punya Ijazah SMA, tapi MK Tidak Berwenang Diskualifikasi dari Wapres

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022