
ILUSTRASI Pemkot Solo bakal melakukan penertiban terhadap keberadaan pembatas kecepatan atau yang biasa disebut dengan polisi tidur.
JawaPos.com - Banyak pengendara motor yang masih menganggap polisi tidur sebagai gangguan kecil di jalan. Padahal, ketika kamu melintasinya dengan kecepatan tinggi atau tanpa mengurangi gas, dampaknya tidak hanya soal rasa tidak nyaman saat berkendara.
Benturan keras yang terjadi bisa memberikan tekanan berlebih pada berbagai komponen motor, terutama mesin. Tanpa disadari, kebiasaan melintas polisi tidur secara berulang dapat memicu kerusakan serius yang membutuhkan biaya perbaikan tidak sedikit.
Mulai dari dudukan mesin hingga sistem suspensi, semuanya berisiko bermasalah. Berikut 5 jenis kerusakan mesin motor yang bisa terjadi jika sering menghajar polisi tidur sembarangan seperti dirangkum dari laman Suzuki Indonesia!
1. Dudukan Mesin Bisa Retak hingga Patah
Benturan keras dari polisi tidur dapat langsung menghantam area dudukan mesin. Awalnya, mungkin hanya muncul retakan kecil yang tidak terlihat jelas. Namun jika terus dibiarkan dan tetap berkendara seperti biasa, retakan tersebut bisa melebar dan berujung pada dudukan mesin yang patah. Kondisi ini sangat berbahaya karena mesin tidak lagi terpasang dengan kokoh dan harus segera diganti.
2. Posisi Mesin Menjadi Tidak Presisi
Ketika mesin bergeser atau tidak sejajar akibat benturan, kamu akan merasakan getaran yang lebih kuat saat motor melaju. Getaran ini tidak hanya membuat perjalanan terasa tidak nyaman, tetapi juga bisa merambat ke komponen lain. Dalam jangka panjang, rangka motor, knalpot, hingga sistem kelistrikan berisiko ikut mengalami kerusakan akibat posisi mesin yang tidak ideal.
3. Komponen CVT atau Rantai Mengalami Tarikan Berlebih
Benturan mendadak juga bisa memengaruhi sistem penyaluran tenaga. Pada motor matik, per CVT dapat menerima tekanan ekstrem yang membuat elastisitasnya menurun dan umur pakainya lebih pendek. Sementara pada motor bebek atau sport, rantai bisa tertarik secara tidak wajar, menyebabkan putaran roda menjadi tidak mulus dan mempercepat keausan komponen.
4. Shockbreaker Cepat Rusak
Shockbreaker adalah komponen yang paling bekerja keras saat motor menghantam polisi tidur. Jika benturannya terlalu keras, shockbreaker depan maupun belakang bisa mengalami kebocoran oli, bengkok, atau kehilangan kemampuan meredam guncangan. Akibatnya, motor menjadi tidak stabil dan kenyamanan berkendara kamu pun menurun drastis.
5. Baut Mesin Bisa Kendur atau Bergeser
Benturan berulang juga berisiko membuat baut-baut pengikat mesin menjadi longgar. Baut yang tidak lagi kencang akan menyebabkan mesin bergerak saat motor berjalan, menimbulkan bunyi tidak wajar, serta meningkatkan risiko kerusakan lanjutan. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa berujung pada perbaikan besar yang menguras kantong.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
